Kabut Asap Makin Pekat, Pagi Hari Terasa Malam di Kota Buntok

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Kini pagi di Kota Buntok tidak bisa lagi menikmati keindahan matahari terbit. Cuacanya seperti selalu mendung. Bukan gumpalan awan, tapi karena kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan menghalangi sinar mentari menjejaki Bumi Batuah ini.
Kondisi ini sudah berlangsung berhari-hari. Jarak pandang terus memburuk karena kabut asap kiriman daerah lainnya terus berdatangan dibawa tiupan angin ke kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng).
Kamis pagi (12/9 2019) ini, jarak pandang bahkan berkisar antara 800 meter hingga 1 kilometer saja. Hidung pun dipaksa mencium partikel debu hasil kebakaran lahan dan terkadang membuat sesak dada.
Masker atau alat penutup hidung lainnya harus dibawa ke mana-mana ketika beraktivitas di luar. Namun, kedua mata tetap saja perih ketika diterpa partikel halus dari kabut asap yang menyelimuti hampir setiap sisi Kota Buntok.
Salah satunya warga Buntok,vSahwalon (45) menuturkan, tidak hanya jarak pandang yang mulai terganggu, kualitas udah yang buruk membuat kesehatan masyarakat di Barsel mulai terganggu jaga.
"Kalau pagi hari memang asap ini terasa pekatya. Kita bahkan sedikit berhati-hati ketika berkendara," ucap pria kelahiran Barito Selatan ini

Di tempat yang berbeda, Gunawan (50) mengatakan, asap ini juga membuat kondisi tubuh kita mulai terganggu seperti batuk, pusing, mual, terutama pernapasan yang tidak enak.
"Kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik di Barsel masih terjadi," jalasnya
Berdasarkan pantauan kabarkalteng.com di lapangan, jarak pandang di sini juga 800 meter karena kabut asap yang menyelimuti di pagi hari.[deni]
loading...
TAG