Kabut Asap, Kecelakaan Lalu Lintas Rawan di Sungai Mentaya

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Tidak hanya menggangu kesehatan, kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kapupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas sungai. Ini karena jarak pandang sangat terbatas.
Kepala UPTD Dermaga Dinas Perhubungan Kotim, Agus Budiono SE mengatakan, pekatnya kabut asap di wilayah perairan Sungai Mentaya menyebabkan arus transportasi lalu lintas sungai cukup terganggu.
"Kami selaku UPTD Dermaga sesuai arahan Kepala Dinas Perhubungan Kotim telah mengeluarkan imbauan tertulis kepada pemilik dan nakhoda kapal pedalaman serta agen taksi klotok pedalaman," ujarnya kepada kabarkalteng.com, Rabu (25/9/2019).
Menurut Agus, pada surat edaran tersebut pihaknya mengimbau agar seluruh pengguna moda jalur transportasi sungai supaya lebih berhati-hati ketika berlayar dalam situasi kabut asap.
"Dalam edaran tersebut kami mengimbau agar pada saat berlayar kapal harus menyalakan lampu navigasi dan memberi tanda isyarat (terompet)," jelasnya.
Ditambahkannya, hal yang perlu diwaspadai adalah aktivitas kapal dan perahu tradisional yang cukup padat di Sungai Mentaya serta para motoris hanya mengandalkan pandangan mata atau secara menual sehingga jarak pandang terbatas.
"Kalau terjadi kabut asap pekat dan tebal serta jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk berlayar, keberangkatan agar bisa di tunda demi keselamatan dan keamanan bersama," pungkasnya.[tomi]
loading...
TAG