Jumlah Penderita ISPA di Kalteng Akibat Kabut Asap Meningkat

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Penderita ISPA dari dampak kabut asap akibat kebarakan hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga hari ini mengalami kenaikan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, dr Suyuti Syamsul MPPM bahwa jumlah penderita ISPA pada minggu ke 37 atau per tanggal 22 September pukul 09.00 WIB sejumlah 3.988 orang.
"Iya, mengalami kenaikan 196 orang dari minggu ke 36 sebanyak 3.792 orang," katanya, Minggu (22/9/2019).
Dibeberkannya, untuk distribusi logistik sampai saat ini diantaranya, masker sebanyak 577.450 lembar, N95 7.120, Ailin/cendo lyteers tetes mata sebanyak 164 botol, ventolin nebu sebanyak 100 dan oxycan sebanyak 349 botol.
"Sedangkan untuk stok logistik saat ini, masker sebanyak 34.000, N95 66 box, tabung oksigen 1 m3 sebanyak 4 tabung di rumah oksigen," jelasnya.
Sedangkah langkah-langkah yang telah dilaksanakan untuk penanggulangan bencana Karhutla di sektor kesehatan diantaranya, penguatan jejaring layanan kesehatan antara Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten dan Kota, Rumah Sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Pengaktifan Posko Pelayanan Kesehatan di Pusdalops BPBPK, pembentukan Emergency Mobile Team yang memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas lapangan dan penduduk sekitar yang terdampak.
Mengaktifkan tim reaksi cepat (TRC)/tim bencana di rumah sakit se-Kalteng. Mengaktifkan pos polayanan lini satu diseluruh Puskesmas di Kalteng.
"Membuat ruang sehat dengan oksigen di 198 tempat se-Kalteng baik yang berlokasi di Puskesmas ada 159 buah, Rumah Sakit  21 buah. Ruangan-ruangan lain yang memungkinkan sebanyak 18 buah serta terdapat 3  tempat ruang sehat yang menyediakan tempat khusus untuk anak balita," ungkapnya.
Selanjutnya, ruang sehat secara keseluruhan telah melayani 266 orang di seluruh Provinsi Kalteng. Mobil oksigen bergerak sebanyak buah dari Pemerintah Provinsi dengan rincian 2 bis besar, 2  bis kecil dan 3 ambulance serta 4 buah dari Kabupaten dan Kota dengan rincian 2 dari Kota Palangka Raya dan 2  dari Katingan.
"Dalam dua hari terakhir ini beroperasi telah melayani 556 orang di berbagai titik kumpul massa yang jauh dari lokasi ruang sehat," tutupnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG