JPU Sebut Suhu Aspal di Bawah Standar

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadirkan saksi perkara korupsi proyek lapisan landasan pacu Bandara H Muhamad Sidik Muara Teweh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya, Selasa (3/9/2019).
Dengan agenda sidang menghadirkan satu saksi dalam persidanga kelima dengan terdakwa mantan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustinus Sujatmiko.
Juga dua rekan kerjanya Direktur PT Dian Sentosa, Hadi Sugiarto serta Konsultan Pengawas Proyek, Feliex Erwin Simanjuntak.
Sidang dipimpin Hakim Ketua Mejelis Tipikor Palangka Raya, Alfon SH MH dan ditemani dua orang hakim anggota.
Saksi ditanya seputar proyek lapisan aspal landasan pacu Bandara HM Sidik Muara Teweh yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp17 miliar.
Dalam persidangan kelima tersebut, terungkap fakta menarik dalam ruang persidangan Tipikor Palangka Raya.
JPU Kejati Kalteng, Rabani dan kawan-kawan kali ini menghadirkam saksi Imam Pangestu yang bertugas sebagai operator pencampuran aspal. Namun JPU Rabani menyebutkan suhu aspal di bawah standar.
"Ruang persidangan Tipikor, saat pengamparan suhu aspal di bawah standar, sedangkan ketentuan Dirjen Perhubungan suhunya minimal 145 cc," ucap JPU Kejati Kalteng.
Suhu tersebut di bawah standar, tentu aspal tersebut akan cepat rusak dan tidak pantas untuk landasan pacu bandara. Memang jarak antara pencampuran aspal dengan pengamparan aspal lumayan jauh, akan tetapi itu tidak bisa menjadi alasan suhu tersebut dibawah standar.
"Intinya suhu tersebut harus sesuai, namun yang disayangkan saksi sebut suhunya sudah sesuai. Namun ahli kami menyebutkan suhu dibawah standar," jelasnya.
Usai JPU menyatakan bahwa suhu tersebut tidak sesuai standar, Imam membantahnya bahkan ia menegaskan aspal tersebut sudah sesuai. Terpenting sebagai operator, sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan aturan.
"Kalau masalah aspal rusak atau tidak saya tidak mengetahuinya, karena bukan tugas saya yang menguji. Karena wewenangnya hanya mencampur aspal dan menjaga suhunya sesuai aturan tersebut," tegasnya.[deni]
loading...
TAG