Ini Pesan Sekda Kalteng di Lokakarya KP2S

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Lokakarya 8 aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) untuk kabupaten/kota se-Kalteng, Kamis (5/9/2019) di aula Bappedalitbang.
Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri pada kegiatan tersebut menyampaikan, berdasarkan data bahwa satu dari tiga anak Indonesia menderita gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis atau disebut stunting, angka ini dari tahun ke tahun belummembaik.
Oleh karena itu, Presiden RI Jokowi memandang perlu menggalang gerakan nasional untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Program kegiatan ini menjadi Program Prioritas Nasional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2 hingga 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya," ucapnya.
Dilanjutkannya, jika PDB Indonesia Rp13.000 triliun berarti potensi kerugian berkisar antara Rp260 sampai 390 triliun per tahun. Potensi keuntungan ekonomi dari investasi penurunan stunting di Indonesia adalah 48 kali lipat (International Food Policy Research Institute, 2012).
Sebagai dasar hukum dari program kegiatan ini, yaituPeraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan ibu, anak dan pengendalian penyakit dengan pendekatan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan lintas sektor.
Implementasi ini dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2015 - 2019 berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi dan dikuatkan dengan penetapan Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 1 tahun 2018 tentang Pedoman Rencana Aksi Pangan dan Gizi.
"Pencegahan stunting merupakan investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Jika tidak, akan menjadi beban Indonesia ke depan, kuncinya ada pada kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku," bebernya.
Keterlibatan semua pihak harus ikut berperan aktif, pemerintah tidak bisa berperan sendirian, harus ada keterlibatan juga dari pihak swasta.
"Semoga Lokakarya 8 Aksi Konvergensi KP2S untuk Kabupaten dan Kota se-Kalteng ini bermanfaat bagi kita semua terutama dalam rangka perbaikan pelaksanaan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai yang kita cintai ini," pungkasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG