Ini Jumlah Penderita ISPA Selama Kabut Asap 2019 di Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul MPPM mengungkapkan, jumlah penderita ISPA akibat kabut asap yang melanda Bumi Tambun Bungai belakangan ini pada minggu ke-37 sebanyak 3.394 orang mengalami kenaikan 495 orang dari minggu ke-36 lalu sebanyak 2.899 orang.
"Ada enam Langkah yang telah kita lakukan dalam penanggulangan bencana Karhutla sektor kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah tanggal per tanggal 20 September 2019," ucapnya ketika sebagai narasumber di konferensi pers di ruang Media Center Komando Penanganan Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalteng 2019, Jumat (20/9/2019).
Dilanjutkan, enam langkah yang telah dilalukan tersebut, diantaranya penguatan jejaring layanan kesehatan antara Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten-Kota, Rumah Sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Pengaktifan Posko Pelayanan Kesehatan di Pusdalops BPBPK.
Pembentukan Emergency Mobile Team yang memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas lapangan dan penduduk sekitar yang terdampak.
"Total warga masyarakat yang telah dilayani sejak bulan Agustus hingga saat ini berjumlah 400 orang," bebernya.
Lebih lanjut, mengaktifkan tim reaksi cepat (TRC) tim bencana di rumah sakit se-Kalteng. Mengaktifkan pos polayanan lini satu diseluruh Puskesmas di Kalteng.
Selanjutnya, membuat ruang sehat dengan oksigen di 194 tempat se-Kalteng baik itu di Puskesmas sebanyak 159 buah, Rumah Sakit 20 buah maupun ruangan-ruangan lain yang memungkinkan sebanyak 15 buah serta terdapat 3 tempat ruang sehat yang menyediakan tempat khusus untuk anak balita.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, drg Yayu Indriaty Sp KGA mengungkapkan, jumlah kasus ISPA dan gangguan pernafasan lainnya, antara lain, Asma, PPOK, Bronkhitis, Pneumonia pada Agustus sebanyak 229 orang dan bulan September hingga tanggal 19 September 2019 berjumlah 574 orang.
"Dengan rincian, dilayani melalui IGD 218 orang, Rumah Oksigen sebanyak 356 orang dengan berbagai macam rentang usai," imbuhnya.
Ditambahkan, layanan Rumah Oksigen dibuka sejak tanggal 13 Agustus 2019 bertempat di Gedung IKR lantai 1 dengan kapasitas 14 tempat tidur serta tidak dipungut biaya alias gratis.
"Waktu Layanan 24 jam. RSUD juga menyiapkan rumah singgah atau rumah tampung jika terjadi bencana yang mengakibatkan masyarakat terkepung kabut asap yang bekerja sama dengan Dinas Sosial dan lintas SOPD terkait di Gedung IKR lantai 2, Gedung MCU Lantai 1 dengan Kapasitas daya tampung 100 orang," tutupnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG