Gugatan Praperadilan Dimentahkan, Kasus Pencurian di Kapuas Hulu Berlanjut

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Gugatan praperadilan kasus pencurian di Kecamatan Kapuas Hulu dimentahkan pengadilan. Alhasil, kasus ini pun bakal berlanjut ke meja hijau.
Salah satu tersangka yang sempat mengajukan praperadilan yakni Brueri alias Iwit.
Kapolsek Kapuas Hulu Iptu Bimasa Zebua mengatakan, ada tiga tersangka pencurian dalam kasus yang sedang ditangani, satu di antaranya sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Kapuas beberapa waktu lalu.
"Namun pengadilan menolak praperadilan yang dimohonkan, sehingga proses pun tetap berlanjut," kata Iptu Bimasa Zebua, Rabu (25/9/2019).
Tersangka Brueri, lanjut dia, diduga terlibat kasus pencurian bersama dua rekannya, yakni Diky Dira Tome dan Dede Andana Saputra pada April lalu di sebuah rumah di Desa Sei Hanyo, Kecamatan Kapuas Hulu.
"Mulanya kami mengamankan tersangka Diky, dan dari hasil pengembangan bisa mengamankan Dede dan Brueri," jelasnya.
Penangkapan para tersangka menyusul laporan korbannya yang menyebut rumahnya kebongkaran dan sejumlah barang berharga hilang.
"Menerima laporan itu, kami langsung tindak lanjut, dan saat olah TKP, kami temukan barang bukti diduga milik para pelaku," tuturnya.
Di antara barang bukti satu buah bakul, karung, tukul, dua puntung rokok merek maxxis warna hijau yang berada di dalam kendi kecil warna coklat. Ditambah adanya ventilasi udara yang berlubang atau rusak.
Penyelidikan dan penyidikan mendalam dilakukan, sehingga bisa mengamankan tersangka Diky.
Pelaku mengakui bahwa puntung rokok yang tertinggal di rumah korban itu adalah milknya.
"Setelah dimintai keterangan terhadap tersangka Diky, bersama siapa melakukan pencurian tersebut, yang bersangkutan mengakui melakukan pencurian dengan tersangka Dede dan Brueri," jelasnya.
Sejumlah barang milik korban hilang, di antaranya power ampli mobil merk rodex, power ampli mobil merk boscham, speaker aktif merk Polytron, uang tunai Rp600 ribu, dua kunci kontak motor, dan tiga jerikan berisi bensin masing-masing 35 liter.
"Barang-barang itu dibawa oleh mereka menggunakan mobil dan pergi meninggalkan lokasi pencurian," ucapnya.
Pada perjalanan proses penyidikan, satu dari tiga tersangka yakni Brueri mengajukan praperadilan ke pengadilan.
Akan tetapi Selasa, 20 Agustus 2019, Pengadilan Negeri Kuala Kapuas telah memutuskan dalam eksepsi menolak eksepsi termohon untuk seluruhnya. Kemudian dalam pokok perkara menolak permohonan pemohon praperadilan untuk seluruhnya.
Serta menyatakan penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan tersangka Brueri, serta penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan termohon kepada pemohon adalah sah menurut hukum.
"Perkara ini sudah dilimpahkan pada Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya," tutupnya.[zulkifli]
loading...
TAG