Divonis 10 Tahun, Pengedar Sabu di Mura ini Nyatakan Pikir-pikir

Print Friendly and PDF
MUARA TEWEH - Hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) memvonis sepuluh tahun penjara kepada dua terdakwa kasus narkotika jenis sabu. Sidang dipimpin hakim yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh, Cipto Hosari Parsaoran Nababan SH MH, Kamis (12/9/2019).
Dua pria yang tersandung kasus sabu tersebut bernama Sopian warga Barut dan Rian warga Murung Raya (Mura). Keduanya ditangkap pada Juni 2019 lalu.
Kajari Mura, Robert P Sitinjak SH MSI, melalui JPU Liberty SM Purba SH menyampaikan, majelis hakim pengadilan negeri Muara Teweh telah menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa Sopian dan Rian. Keduanya dijatuhi hukuman masing-masing selama selama 10 tahun penjara, ditambah membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara serta membayar biaya perkara.
"Terdakwa Rian menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut," ungkapnya kepada kabarkalteng.com, Jumat (13/9/2019).

Kasus ini mulai bergulir sejak 1 Juni 2019 lalu. Awalnya Rian lebih dahulu ditangkap di sekitar Jalan Kolonel Untung Suropati, sekitar simpang KPU oleh Unit Reskrim Polsek Murung dan berhasil diamankan barang bukti sabu seberat 4,8 gram.
Tidak sampai di situ, dari hasil pengembangan dari Rian didapatkan informasi berharga dari mana diperoleh sabu itu. Ternyata Rian mendapatkan barang haram itu dari teman dekatnya bernama Sopian yang berada di rumah kontrakannya yang tidak jauh berada tidak jauh dari Rian.
"Dari tangan Sopian itu kembali ditemukan sabu seberat 4,9 gram," jelasnya.
Lalu, tambah pria yang akrab dengan awak media ini, Rian dan Sopian ditahan di Polsek Murung hingga dituntut pidana oleh JPU Kejari Mura, masing-masing 10 tahun dan denda Rp800 juta, sama seperti putusan Hakim.
"Kalau putusan hukuman penjara sama seperti yang kami tuntut yakni 10 tahun penjara. Malah dendanya dinaikkan hakim dari Rp800 juta menjadi Rp1 miliar," tandasnya.[kenedy/deni]
loading...
TAG