Diskominfo Kalteng Gelar Sikel Bahaya Karhutla dan Kabut Asap

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan juga marak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Ini menyebabkan kabut asap yang pekat dan sangat mengganggu bagi kesehatan.
Terkait kondisi ini, Diskominfo Kalteng melalui satuan tugas Siaran Keliling (Sikel) melakukan penyebaran informasi imbauan kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak membakar hutan dan lahan.
Tim Sikel yang dipimpin Kepala Seksi Media Publik Diskominfo Kalteng, Herdi Tuah SE, berkeliling ke beberapa kelurahan di Kota Palangka Raya, dibantaranya Kelurahan Tangkiling, Sei Gohong dan sekitarnya untuk melakukan penyebaran informasi dan imbauan.
Kepala Diskominfo Kalteng, Ir Herson B Aden MSi menyampaikan, penyebaran informasi dan imbauan dari Pemprov Kalteng kepada masyarakat dan perusahaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak dan konsekuensi dari tindakan pembakaran hutan dan lahan.
"Kami menggelar penyebaran informasi dan imbauan tentang larangan tidak membakar hutan dan lahan kepada masyarakat dan perusahaan. Pelaku pembakar hutan dan lahan akan mendapat sanksi pidana Karhutla dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar, sesuai Undang-Undang nomor 32 tahun 2009," ujarnya.

Sementara itu, Herdi Tuah memaparkan, kegiatan Sikel dilaksanakan mulai tanggal 13 September 2019 hingga 11 Oktober 2019. Sikel akan menyebarkan informasi dan imbauan ke sejumlah tempat di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
"Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat, akibat dampak kabut asap agar menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG