Dilanda Kabut Asap, Ratusan Warga Pulpis Terserang ISPA dan Diare

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Akibat menurunnya kualitas udara dampak dari karhutla, tercatat ratusan warga di wilayah Kabupaten Pulang Pisau terserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), dan Diare.
Ratusan warga terserang ISPA dan Diare itu, tersebar di delapan kecamatan yang ada wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
"Tercatat mulai 8 hingga 14 September 2019, ratusan warga Pulpis terserang ISPA dan Diare. Itu tersebar di delapan kecamatan perwilayah di di Kabupaten Pulpis," ujar dr Muliyanto Budihardjo kepada wartawan media ini, Minggu (15/9/2019).
Jadi, kata Mul, dengan adanya kasus tersebut pihaknya meminta kepada seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Pulang Pisau  menyiapkan satu ruangan di masing-masing Puskesmas sebagai rumah oksigen.
"Selain itu juga agar mengecek kesiapan logistik agar dapat dilakukan secara berkesinambungan," katanya.
Lanjutnya, bila ditemukan kasus ISPA berat yang memerlukan rujukan dapat dirujuk ke RSUD Pulpis untuk penanganan lebih lanjut.
"Kita mengimbau masyarakat agar dapat menjaga kesehatan tubuh menghadapi kabut asap ini. Gunakan masker bila bepergian dan banyak minum air putih serta buah-buahan," pesannya.

Sementara, daftar jumlah warga yang terserang ISPA, tambah Bahaur Hilir sebanyak 20 orang terserang ISPA dan 9 orang Diare. Bahaur Tengah ada 10 terserang ISPA dan 5 orang Diare.
Kemudian, Pangkoh ada 40 orang terserang ISPA, dan 25 orang Diare. Maliku 34 orang terserang ISPA, dan 25 orang Diare. Untuk Sebangau ada 22 orang terserang ISPA dan 7 orang Diare.
Selanjutnya, untuk Kota Pulang Pisau ada 71 orang terserang ISPA dan 17 orang Diare. Kelurahan Bereng 47 terserang ISPA dan 9 orang mengalami diare. Jabiren Raya ada 61 orang ISPA dan 20 orang Diare.
Ditambah lagi, Bukit Rawi ada 15 orang ISPA dan 4 orang Diare. Banama Tingang, 11 orang ISPA dan 3 Diare, dan Desa Tahai ada 32 orang terserang ISPA dan 12 orang Diare.[manan]
loading...
TAG