Diduga tak Berfungsi, Edvin Kritisi Keberadaan Sekat Kanal di Rey 4

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Drs Edvin Mandala MAP menganggap pembangunan sekat kanal atau tabat di wilayah Rey 4, Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau tidak efektif.
Pasalnya, pembangunan tabat untuk pengairan kebun warga di desa tersebut diduga tidak berfungsi, sehingga berdampak kebun warga.
"Tenggelam saat musim penghujan dan kering saat musim kemarau. Harusnya sebelum dibuat ada pertimbangan sesuai dengan harapan masyarakat. Apakah pembangunan itu memberikan dampak yang bagaimana kepada masyarakat," ujarnya  menyampaikan kepada sejumlah awak media, Kamis (12/9/2019).
Menurut Ketua Fraksi Gabungan Gerakan Demokrat Persatuan ini, proyek pembangunan sekat kanal dari pihak Badan Restorasi Gambu (BRG) itu hanya memberi harapan kepada masyarakat, namun manfaatkanya tidak dirasakan.
"Tabatnya tidak bisa menahan atau menampung air. Malahan bila musim penghujan kebun sengon warga justru tenggelam," tukasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap pihak BRG mampu mengkaji dengan benar masalah lahan gambut ini, karena masyarakat sangat air di sekat kanal tersebut mampu menampung air saat musim penghujan.
"Harapan saya jangan hanya mengerjakan proyeknya saja, namun tidak memberikan asas manfaat kepada masyarakat. Contoh lainnya, seperti keberadaan sumur bor proyek pembasahan lahan gambut juga bisakah dipertanggungjawabkan kedalaman dan lokasi yang ideal. Bahkan paralon nya habis ikut terbakar," pungkasnya.
Sementara terpisah, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, PJ Kades Desa Mantaren I, Hery Siswanto membenarkan bahwa di desanya memang ada sejumlah sekat kanal yang diperuntukan untuk pembasahan kebun warga, baik saat musim hujan terlebih musim kemarau.
"Setahu saya memang ada proyek dari pihak BRG di wilayah kita, namun secara detail kita belum mengetahui berapa jumlah titik pembangunan tersebut. Nanti saya koordinasikan dulu dengan aparatur desa saya dan pihak MPA," tutupnya dengan cukup singkat, Kamis (12/9/2019).[manan]
loading...
TAG