Bandar Sabu Bersenpi di Damparan Dibekuk

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Setelah melakukan pengintaian dan pendalaman, Satresnarkoba dan Resmob Polres Barito Selatan (Barsel) serta anggota Polsek Dusun Hilir berhasil mengamankan satu orang tersangka bandar narkoba jenis sabu.
Bandar bersenjata api (senpi) yang merupakan warga Desa Damparan, Kecamatan Dusun Hilir ini berinisial VR (30). Ia dibekuk pada Kamis (19/9/2019) sekira pukul 22.00 WIB.
Bersama tersangka turut diamankan barang bukti, 8 paket sabu seberat 35,67 gram, 2 pak plastik klip bening, 2 Hp merk Samsung, 1 buah botol gas isi ulang mancis merk Daipon, 1 buah timbangan digital, 1 buah tas kecil warna coklat, 1 buah plastik kresek warna hitam serta uang hasil penjualan Narkotika sebanyak Rp8 juta.
Kapolres Barsel, AKBP Wahid Kurniawan melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Sanip mengungkapkan, penangkapan bandar sabu di pedesaan ini berkat informasi dari masyarakat dan atas kerjasama yang solid untuk memberantas jaringan peredaran narkoba di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus.
Dilanjutkannya, selain mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan bisnis haram tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan 2 pucuk senpi rakitan tanpa izin dengan 7 butir amunisi.
"Tersangka ini, sudah dilakukan pengintaian cukup lama, tersangka merupakan bandar. Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Barsel guna proses lebih lanjut," ungkap Sanip.
Sanip juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap maraknya peredaran narkoba dan ia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk memeberikan informasi terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Ditambahkannya, masyarakat untuk benar-benar waspada terhadap peredaran Narkoba ini, Narkoba sudah masuk ke semua kalangan masyarakat.
"Kami juga mengharapkan masyarakat memberikan informasi jika diketahui adanya peredaran Narkoba di lingkungannya masing-masing," harapnya.
"Terhadap kasus ini kami akan melakukan pendalaman untuk mengetahui jaringan tersangka, hingga dapat diberantas sampai ke pemasok besarnya," tegasnya.[kenedy]
loading...
TAG