Warga Binaan Lapas Kelas 2A Palangka Raya Dapat Berkah Hari Kemerdekaan

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Sebanyak 7 warga binaan berstatus narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A Palangka Raya dimerdekakan. Itu didapatkan dari remisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekan ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019).
Selain itu, sebanyak 531 warga binaan dari 780 penghuni Lapas tersebut juga mendapatkan remisi alias emotongan hukuman.
Pemberian remisi itu secara langsung diberikan oleh Wakil Gubernur Kalteng, Habib Ismail Bin Yahya secara simbolis kepada 2 perwakilan warga binaan.
Orang nomor dua di Bumi Tambun Bungai ini saat membacakan amanat Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly mengatakan, pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan saja, tetapi lebih dari itu.
Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatakan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.
"Kita berharap, melalui pemberian remisi ini seluruh warga binaan pemasyarakatan selalu patuh dan taat pada hukum yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan Maha Pencipta maupun kepada sesama manusia. Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa kondisi Lapas dan Rutan mendapat perhatian serius dari pemerintah," ungkapnya.
Dan kondisi Lapas dan Rutan, lanjutnya, yang selalu over kapasitas jadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menjadi alasan pembenaran terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan disitu.
"Masih banyak kita dengar adanya dugaan pengendalian dan peredaran narkoba, penyalahgunaan ponsel dan pungutan liar yang terjadi di dalam semuanya berakar pada masalah kelebihan penghuni," ujarnya.
"Sampai dewasa ini Lapas dan Rutan belum mampu move on dan masih saja terpontang-panting dihajar berbagai isu-isu klasik yang selalu muncul dan tak kunjung habisnya," timpalnya.
Tingkatan pemberian remisi ini beragam, ada yang mendapat 3 bulan remisi, 6 bulan hingga langsung dinyatakan bebas.
"Saya berharap nantinya mereka semua bisa kembali ke keluarga dan diterima oleh masyarakat yang paling penting mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya," tutupnya.
Upacara pemberian remisi ini juga dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas II A Palangka Raya, Syarif Hidayat, Penjabat Kanwil Kemenkumham Kalteng, Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri.[kenedy/adv]
loading...
TAG