Waduh...!, oknum Dosen Ini Diduga Lakukan Pelecehan terhadap Mahasiswi

Print Friendly and PDF
foto: ilustrasi/net
PALANGKA RAYA - Dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali tercoreng. Nama besar Universitas Palangka Raya (UPR) pun ikut tercoreng.
Ini akibat ulah tak terpuji oknum dosen di salah satu fakultas di Perguruan Tinggi terbesar dan tertua di Bumi Tambun Bungai ini.
Tak main-main, oknum dosen berinisial PS yang kini menjabat sebagai Kepala Prodi Fisika ini melakukan aksi bejatnya saat beberapa mahasiswi yang ingin bertemu membahas masalah studi.
Kasus ini diungkapkan Damang Pahandut, Marcus Tuwan. Ia mengatakan, aksi bejat oknum yang tidak pantas tersebut dilakukan di ruangan kerja, yang mana seharusnya tidak dilakukan oleh seorang tenaga pendidik.
"Dalam kasus ini kami siap mengawal sampai ke pihak yang berwajib dan menuntaskan perkara ini hingga selesai atau P21 maupun secara hukum adat," ucap Marcos.
Ia menjelaskan, kasus ini sudah dua
minggu berjalan. Saat ini pihak korban melaporkan ke Polda Kalteng. Ia juga menilai kasus ini cukup serius di mana sudah mempengaruhi mental hingga ke trauma psikologis korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen tersebut.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengaku sudah menerima laporan aduan masyarakat, dan akan ditingkatkan menjadi laporan polisi.
"Hingga saat ini sudah ada 19 saksi termasuk korban dan pihak UPR yang diduga mengetahui persis kejadian tersebut," katanya.
Dilanjutkannya, untuk penyidik juga sudah melakukan penyelidikan atas perkara tersebut, serta memeriksa enam orang korban yang juga sekaligus dijadikan saksi dalam perkara pelecehan seksual tersebut.
Terpisah, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Wakil Rektor UPR Bidang Kemahasiswaan, Suandi Sidauruk saat dikonfirmasi masih enggan berkomentar banyak terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen itu.
"Silahkan datang ke sini lagi untuk konfirmasi bila datanya sudah valid sekitar 80 persen. Jadi saya tidak salah bicara dan tinggal melengkapi saja, karena ini bisa saja terjadinya pembunuhan karakter seseorang yang belum tentu terbukti bersalah," bebernya, Selasa  (27/8/2019).
Respon berbeda diungkapkan Presiden BEM UPR, Karuna Mardiansyah. Saat dihubungi melalui telepon seluler, Ia mengatakan sudah mendampingi para korban yang berjumlah belasan orang.
"Sejak 6 Agustus 2019 kita dari BEM sudah mendampingi para mahasiswi yang  diduga jadi korban pelecehan oknum dosen FKIP untuk melapor ke Polda Kalteng," tandasnya.[redaksi]
loading...
TAG