Tindak Lanjuti Bajakah, Pemprov Kalteng Gelar Rakor

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Menindaklanjuti hasil penelitian tentang Bajakah oleh siswa SMAN 2 Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat koordinasi (Rakor), Selasa (20/8/2019).
Rakor bertujuan untuk melindungi hasil penemuan yang membanggakan sekaligus bermanfaat bagi orang banyak dan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran menekankan pentingnya untuk melindungi hasil penelitian ini dengan cara dipatenkan.
Agenda ini dihadiri Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri SHut MP, Danrem 102/PJG, Kolonel Arm Saiful Rizal SSos, Asisten II Setda Nurul Edy, Unsur Forkopimda, Instansi Vertikal, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov serta Yazid dan Anggina Rafitri selaku penemu obat kanker dari tanaman akar bajakah.
Diketahui sebelumnya, Gubernur sudah mengundang secara khusus ketiga siswa-siswi SMA 2 Palangka Raya diantaranya, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, dan Yazid ke Istana Isen Mulang, pekan lalu.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini sangat mengapresiasi capaian membanggakan dari putra-putri Dayak ini, dan segera memberikan instruksi kepada jajaran untuk bisa segera membantu mematenkan hasil penemuan yang membanggakan ini.
Seperti diketahui bersama, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri berhasil meraih medali emas pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, (25/7/2019) lalu. Medali diberikan atas penelitian tentang akar bajakah yang tumbuh di tanah Kalteng, yang bisa menjadi obat untuk menyembuhkan tumor ganas yakni kanker payudara.
Untuk melindungi hasil penemuan yang membanggakan sekaligus bermanfaat bagi orang banyak ini Gubernur menekankan pentingnya untuk melindungi penemuan ini dengan cara dipatenkan.
"Bukan saja hanya dibutuhkan oleh orang Kalteng, tapi Indonesia bahkan dunia. Jadi jangan sampai nanti hasil karya intelektual ini justru malah diakui oleh orang lain, apalagi oleh negara lain. Ini harus kita lindungi," tegasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG