Tertutup Awan dan Alat tak Memadai, Hilal tak Terlihat di Kapuas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah penting bagi umat Islam, terutama untuk menentukan bulan atau hari-hari sakral.
Dzulhijjah termasuk dalam bulan istimewa bagi muslim, karena dipercaya banyak keutamaan dan anjuran meningkatkan amal.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas bersama Pengadilan Agama, PC Nahdlatul Ulama dan PD Muhammadiyah  melaksanakan rukyatul hilal awal bulan Dzulhijjah 1440 H, Kamis (1/8/2019) sore di menara Masjid At Taqwa Kuala Kapuas.
Koordinator tim hisab rukyat Kantor Kemenag Kapuas, H Supriatin mengatakan, pengamatan hilal yang dilakukan pihaknya tidak bisa melihat bulan, karena di sekitar ufuk tertutup awan.
“Bulan terbenam pada pukul 18.00 WIB, tim tidak bisa melihat hilal karena tertutup awan," ucapnya, Sabtu (3/8/2019)
Penentuan awal bulan Dzulhijjah, sambungnya, berkaitan dengan Hari Raya Idul Adha.
Menurut Supriatin, rukyatul hilal menjadi salah satu program pihaknya yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kapuas, H Ahmad Bahruni yang juga ikut dalam rukyatul hilal itu sebelumnya mengatakan, ada beberapa faktor penyebab tidak terlihatnya hilal di Kapuas. Misal, faktor awan serta alat yang digunakan kurang memadai.
“Kami berharap ke depannya alat yang digunakanbisa lebih canggih,” ucap Bahruni.
Dilakukannya rukyatul hilal ini guna memberikan gambaran kepada pemerintah pusat yakni kementrian agama Republik Indonesia yang akan melakukan sidang istbat penentuan awal bulan Dzulhijjah 1440 H/ 2019 Masehi.[zulkifli]
loading...
TAG