Tersangka Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum YM Merasa Ada Ketidakadilan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Mahdianur selaku pengacara atau kuasa hukum YM, satu dari lima tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pembangunan pasar Handep Hapakat pada tahun 2016 lalu, menganggap ada ketidakadilan dalam proses hukum yang menjerat kliennya itu.
Dalam pandangannya, tersangka berinisial FT yang juga sebagai tersangka pada kasus yang sama seharusnya menjadi tahanan rutan bukan malah bebas.
"Nyata tadi kita lihat sama-sama, kalau tersangka FT tidak masuk dalam mobil tahanan kejaksaan, namun menggunakan mobil pribadinya. Sedangkan klien saya menaiki mobil tahanan. Dari ini nampak terlihat ketidakadilan atau ketimpangan," ujar Mahdianur kepada sejumlah wartawan di kantor Kejari Pulpis, Selasa (13/8/2019).
Menurut Mahdianur, kliennya sejauh ini tidak pernah memperlambat proses penyidikan. Artinya selalu proaktif mulai proses penyidikan sampai tahap dua atau pelimpahan ini.
"Disini kita nilai adanya ketidakadilan, klien kita pakai mobil tahanan, sedangkan tersangka FT pakai mobil pribadinya. Itu yang kami kecewakan. Kami juga yakin klien kami ini nantinya tidak bersalah, ia hanya terseret-seret saja karena dia jabatannya hanya sebagai komisaris dari perusahan saja," tuturnya.
Ditanya langkah apa yang akan dilakukan Mahdianur selaku pengacara atau kuasa hukum YM pihaknya masih akan terus memperjuangkan supaya kliennya bisa menang dalam kasus perkara ini.
"Ini akan kita praperadilkan," tukasnya. 
Mahdianur kembali mengungkapkan, pada saat pelimpahan ini juga, klien mereka sempat ditahan dalam sel yang ada di kantor kejaksaan Pulpis tersebut. Melihat itu, tentu merasa keberatan.
"Ini juga salah satu yang membuta kita keberatan, apa maksudnya? Seyogyanya pihak kejaksaan mempertimbangkan kalau klien kita itu selalu proaktif. Artinya tidak pernah menolak kalau ada pemanggilan, baik itu saat proses penyidikan, lidik, maupun tahap dua ini. Apalagi sampai menghambat proses hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik," pungkasnya.
Dengan itu, tambahnya, kami sangat bingung dibuat oleh pihak Kejaksaan Negeri Pulang Pisau ini terhadap klien kami. "Maka, adanya kejadian ini kami pun mencoba berkonsultasi dengan pihak keluarga untuk menempuh upaya hukum lain, apakah itu praperadilan atau upaya hukum lainya," tutupnya.
Sementara, menanggapi protes dari kuasa hukum atau pengacara YM itu, Kasi Tindak Pidana Khusus Amir Giri, SH menjelaskan untuk tersangka FT saat ini diambil keputusan untuk dilakukan  penahanan 'KOTA', dan itu dengan beberapa pertimbangan, pertama tersangka FT saat ini dalam kondisi sakit namun tidak mempengaruhi pemeriksaan. Artinya sakitnya tidak mempengaruhi tanya jawab dalam hal pemeriksaan tersangka.
Kedua, berdasarkan surat dari RSUD setempat,  tersangka FT sehat, namun dengan catatan saat ini mengidap penyakit diabetes (gula darah 276) dan hipertensi (tekanan darah terakhir 150/90). Selain itu tersangka juga harus dilakukan suntik insulin empat kali sehari dan wajib didampingi dokter.
"Atas pertimbangan tersebut, kami penuntut umum melakukan penahanan kota terhadap tersangka FT selama 20 hari terhitung sejak hari ini supaya dapat mempermudah tersangka kontrol kondisi kesehatannya. Kalau ada yang melakukan praperadilan, itu memang hak mereka," ujarnya dengan cukup singkat.[manan]
loading...
TAG