Sosialisasi Cegah Stunting, Ini Kata Camat Karau Kuala

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi khususnya protein dan sumber energi dalam waktu lama ditambah dengan terganggunya metabolisme tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pendidikan pengasuh, penggunaan air yang tidak bersih, lingkungan yang tidak sehat, terbatasnya akses terhadap pangan dan kemiskinan.
Stunting terkait erat dengan gangguan perkembangan kognitif dan produktifitas diantaranya pada usia dewasa, anak yang stunting seringkali mengalami keterbatasan fisik, mudah terserang penyakit menular dan tidak menular dan rendahnya kemampuan kognitif yang menyebabkan hilangnya kemampuan kerja.
Terkait itu, UPTD Puskesmas Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melakukan upaya penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi dalam bentuk Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting (Gemar Cetting) di wilayah kerjanya, Senin (19/8/2019) yang digelar di Aula Kecamatan setempat.
Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting merupakan gerakan yang dilakukan secara bersama dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dengan sasaran seluruh masyarakat utamanya remaja putri, ibu hamil, ibu melahirkan dan menyusui, bayi dan anak balita serta kelompok potensial lainnya dengan mengintegrasikan seluruh intervensi spesifik dan intervensi sensitive.
"Bentuk kerjasama dalam mengatasi semua ini perlu adanya dukungan semua sektor, tidak hanya berfokus pada petugas kesehatan saja, namun ini merupakan sebuah tanggung jawab kita semua guna mengatasinya," ucap H Muhammad Iqbal Amd Kep, Kepala Puskesmas Bangkuang, Senin (19/8/2019).
Dilanjutkan, kesehatan yang menjadi sebuah tantangan serius di Indonesia terutama masalah stunting, gizi buruk dan kurus, didalam riset kesehatan dasar gizi kurang, stunting dan kurus tahun 2018 masih tinggi, dengan revelensi pada gizi kurang 17,7 %, stunting 30,8% dan revelensi kurus di angka 10,2 %.
"Terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses
air bersih, pada pola makan dipengaruhi juga oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi serta seringkal tidak beragam pangah dan sumber protein hewani. Pada awal kehidupan 1000 hari pertama kelahiran stilah Isi Piringku dengan gizi yang seimbang perlu di perkenalkan dan dibiasakan
dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.
Sementara itu, Camat Karau Kuala, Satriansyah SAP menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen dalam Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting ini dan sekaligus mensosialisasikan Perbup Barsel, nomor 16 tahun 2019 tentang penurunan stunting.
"Kami bersama Puskesmas Bangkuang serta pihak terkait lainnya gencar mensosialisasikan pencegahan stunting ini demi tercapainya Karau Kuala kususnya, dan Barsel serta Kalteng pada umumnya bebas stunting," pungkasnya.[kenedy]
loading...
TAG