Sidang Lanjutan Bandara, JPU Hadirkan Enam Saksi untuk Tiga Terdakwa

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya kembali menggelar sidang lanjutan perkara korupsi proyek lapisan landasan pacu Bandara H Muhamad Sidik Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara (Barut), Selasa (6/8/2019).
Agenda sidang menghadirkan enam saksi dengan terdakwa mantan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perhubungan Kalteng, Agustinus Sujatmiko. Juga dua rekan kerjanya Direktur PT Dian Sentosa, Hadi Sugiarto serta Konsultan Pengawas Proyek, Feliex Erwin Simanjuntak.
Permintaan keterangan enam saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) Eman Suleman SH MH beserta kawan-kawan.
Sidang dipimpinKetua Mejelis Hakim Tipikor Palangka Raya, Alfon SH MH dan ditemani dua orang hakim anggota.
Para saksi yang dimintai keterangan adalah Harianto, Suriansyah, Sigit Winarno Putra, Hamsi, Suparman dan Siwi Resi.
Mereka ditanya seputar proyek lapisan landasan pacu Bandara HM Sidik Muara Teweh yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp17 miliar.
Keterangan mereka dikonfrontasi oleh Majelis Hakim Tipikor dan JPU Kejati Kalteng. Para saksi dimintai keterangan seputar agenda proyek lapisan landasan pacu Bandara HM Sidik Muara.
Ketua Majelis Hakim Alfon meminta kepada saksi yang merupakan mantan kepala Bandara untuk menjawab pertanyaan dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan.
"Saudara saksi tolong katakan yang sejujurnya. Karena di pengadilan sangat diharapkan kejelasan biar kasus ini bisa terang benderang," ucap Ketua Mejelis Hakim Tipukor, Alfon di ruang sidang.
Tidak hanya hakim, tim kuasa hukum yang menilai pengakuan cukup membingungkan, karena lebih banyak tidak tahu dan lupa atas setiap pertanyaan Hakim.
Kelupaan dan ketidaktahuan hakim tersebut dinilai ganjil, mengingat saksi yang dihadirkan merupakan orang yang paling bertanggungjawab dalam hal pengelolaan anggaran proyek landasan pacu tersebut.
"Saudara jangan lupa atau tidak tahu terus,  karena saudara lah yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini," kata kuasa hukum terdakwa.
Berbeda dengan Hakim dan Pengacara,  JPU Kejati Kalteng lebih menyoroti soal substansi persoalan terkait dengan pengembalian kelebihan pembayaran pada tahun 2014 oleh PT Dian Santosa.
"Saudara saksi mengapa pada tahun 2014, terdapat pengembalian kelebihan pembayaran oleh salah satu perusahaan," tanya JPU Kejati Kalteng.
"Itu yang mengembalikan dalam posisinya sebagai pemodal bukan sebagai pelaksana proyek," sahut saksi.
Para saksi dimintai keterangan seputar  agenda proyek lapisan landasan pacu Bandara HM Sidik Muara. Berdasarkan pantauan kabarkalteng.com di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Palangka Raya Selasa (6/8/2019) sore, para saksi dicecar seputar aliran dana dan banyak saksi yang menjawab berbelit-belit.[deni]
loading...
TAG