Seorang Bocah Dikabarkan Tenggelam di DAS Kahayan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau memakan korban. Pasalnya, seorang bocah berusia 8 tahun dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai Kahayan, pada14 Agustus 2019, Rabu sore kemarin.
Kejadian itu juga bertepatan dengan acara pembukaan Pawai Karnaval Budaya yang diselenggarakan Pemkab Pulang Pisau setiap tahunnya dalam rangka memperingati HUT Pulang Pisau dan HUT RI.
"Ia benar Rabu kemarin seorang bocah berusia 8 tahun berinisial AS, warga Jalan Unggul RT 06 Kelurahan Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, tenggelam Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan tepatnya di Dermaga Taman Sumbu Kurung Jalan Tingang Menteng Kota Pulang Pisau," ujar Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharso kepada awak media, Kamis (15/8/2019).
Diterangkan Kapolsek, peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 16.00 WIB. Menurutnya, dari keterangan saksi melihat ada anak kecil melepas baju dan celana  dan bermain di Darmaga kayu lalu bercebur ke sungai Kahayan. Bersamaan waktu itu, bapak korban mencari anaknya.
"Bapak korban dibantu anggota Personil Polsek Kahayan Hilir melakukan upaya pencarian di sekitar Taman Sumbu Kurung, " terang Kapolsek
Dia juga menjelaskan, pada saat melakukan upaya pencairan, ada saksi yang mengatakan bahwa ada anak yang bercebur dari pagar pelabuhan. Kemudian, pada saat itu melihat baju dan celana milik korban berada di sekitar Taman Sumbu Kurung.
"Pada saat itu korban bermain di pelabuhan kayu dan korban langsung bercebur ke sungai Kahayan dan korban tidak bisa berenang, dan tenggelam tersangkut di peyangga tiang jembatan. Korban langsung di bawa ke RSUS setempar untuk dilakukan pertolongan medis, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan, " jelasnya
Atas terjadinya peristiwa tersebut, Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Sugiharso, SH menghimbau kepada seluruh orang tua agar menjaga dan memantau pada saat anaknya bermain diluar rumah.
Sementara kepada masyarakat, pihaknya juga mengharapkan peka ketika melihat suatu peristiwa kejadian agar melakukan upaya pertolongan atau menyampaikan informasi tersebut kepada pihak yang berwajib, sehingga dapat segera dilakukan upaya pertolongan.
"Kami menghimbau dan mengajak orang tua agar pro aktif dalam mengawasi anaknya, terlebih pada saat bermain di luar rumah dan wajib mengetahui kemana anaknya bermain. Sehingga peristiwa kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG