Sebuah Rumah di Pangkut Miliki Buntat Labi-labi

Print Friendly and PDF
PANGKALAN BUN - Budaya dan kearifan lokal cukup banyak yang dimiliki Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga yang terunik pun juga ada dimiliki.
Seperti rumah milik Darsani bin Mahi warga Desa Durian Tunggal Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), karena rumah yang ditempatinya ini di dalamnya terdapat sebuah pohon yang di sebut pohon kehidupan dan sebuah batu besar pipih yang disebut batu buntat labi-labi oleh pemiliknya.
Menurut Darsani, dirinya membuat pohon kehidupan tersebut adalah sebagai lambang penghormatan kepada lingkungan yang harus dijaga dan dihormati seperti batu, kayu, pohon dan sungai, karena segala sesuatu yang baik itu berasal dari alam.
"Saya juga mengumpulkan berbagai mata uang dari berbagai daerah bahkan berbagai negara yang saya letakkan di pohon kehidupan itu sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan," ujar Sani sapaan akrabnya kepada kabarkalteng.com, Jumat (16/8/2019).
Selain itu, batu besar berbentuk pipih yang terdapat di dalam rumahnya juga memiliki keunikan tersendiri dengan ukurannya yang pas ketika diukur, panjang 4.20 meter dan lebarnya 2.20 meter dan berbentuk seperti labi-labi atau kura-kura.
"Untuk memasukan batu sebesar ini dengan berat berton-ton memerlukan perjuangan tersendiri, namun karena kecintaan dan penghormatan saya terhadap alam maka akhirnya keinginan tersebut dapat terwujud," ungkapnya.
Darsani yang masih keturunan langsung dari Patih Kuta Batu yang memiliki pengaruh besar di Kecamatan Arut Utara ini berharap agar dapat saling menghargai antar sesama manusia serta dapat menjaga dan melestarikan alam sekitar yang telah memberikan kehidupan
"Apabila kita dapat hidup bersama berdampingan dan saling menjaga serta menghargai, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam sekitar, maka akan tercipta keseimbangan, kedamaian sehingga kita akan terhindar dari berbagai bencana sampai anak cucu kita kelak," tandasnya.[tomi]
loading...
TAG