Peserta Pawai Tahun Baru Islam Dilarang Pakai Atribut Bernuansa Radikal

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Ada persyaratan yang digarisbawahi pihak keamanan Polres Pulang Pisau dalam kegiatan Pawai Tahun Baru Islam di Kabupaten Pulang Pisau, yakni peserta dilarang menggunakan atribut bernuansa radikal.
Untuk mensosialisasikan itu, pihak Sat Intel Polres Pulang Pisau langsung turun tangan memberikan penjelasan kepada peserta pawai dalam teknikal meeting yang digelar, Jumat (30/8/2019) tadi.
Menurut anggota Sat Intel Polres Pulang Pisau, Imam, larangan tersebut dimaksudkan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
"Di wilayah kita ini memang tidak ada indikasi kelompok radikal, tetapi didasari pengalaman beberapa tahun lalu di Kecamatan Kahayan Kuala, ada peserta yang menggunakan atribut radikal kemudian viral di media sosial itu yang membuat kita repot," terangnya.
Karena itu, alangkah baiknya para peserta menghindari penggunakan atribut bernuansa radikal. "Kalau tetap menggunakan, maka panitia akan mendiskualifikasi dan kemungkinan akan berurusan dengan pihak berwajib," tegasnya.
Dijelaskan Imam, bagaimana atribut bernuansa radikal itu, seperti membuat replika bom, replika rudal, menggunakan pedang, senjata api, bendera kelompok radikal dan semacamnya yang dapat dikategorikan sebagai atribut radikal.
"Itu contoh diantara penggunaan atribut radikal. Jadi, kita sarankan untuk menghindarinya," tukasnya.[manan]
loading...
TAG