Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Pasar di Pulpis bakal Ajukan Eksepsi

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Sidang perdana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasar Handep Hapakat di Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung. Sidang bertempat di Pengadilan Tipikor, Palangka Raya, Selasa (27/8/2/2019).
Dalam prosesnya, sidang berjalan lancar dan tertib. Meski begitu, tim Penasihat Hukum (PH) dari ketiga terdakwa berinisial, HY, MA, dan FT bakal mengajukan eksepsi.
Menurut PH, dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang ini pihaknya melihat ada beberapa hal yang janggal dan perlu dikoreksi, terutama dalam syarat formil maupun meterial yang diajukan jaksa penuntut umum dalam pengadilan ini.
"Nah, dari itu dalam mengkoreksi hal tersebut kami dari tim PH terdakwa akan membuat eksepsi karena sudah jelas dalam pasal 142 KUHAP bahwa sebuah dakwaan harus diurai secara jelas, lengkap. Tadi kita lihat hal itu tidak ada makanya kita sepakat untuk mengajukan eksepsi ini Minggu depan," beber Edi Rosandi didampingi Mahdianur selaku Tim PH terdakwa menyampaikan kepada wartawan usai sidang perdana, Selasa (27/8/2019).
Menurut Edi Rosandi, adapun kejangggalan dari uraian yang disampaikan JPU tersebut, poin utamanya bicara mengenai kronologis, sehingga dalam kronologis itu memunculkan adanya kerugian negara.
"Kita rasa ada yang tidak konek. Sehingga kita anggap ada kejanggalan, karena tidak konek itu, kami akan mempertanyakan lagi. Sepertinya ada data-data yang masih ditahan dan tidak diuraikan di dalam dakwaan tersebut. Dengan ini kita rasa wajib selaku PH terdakwa untuk mengajukan eksepsi," ungkapnya.
Senada juga disampaikan Mahdianur, bahwa dalam hal ini pihaknya melihat kurang adanya kekurang cermatan dalam menyusun dakwaannya.
"Makanya, dalam hal ini kami selaku tim PH terdakwa wajib mengajukan eksepsi. Karena apabila kami tidak mengajukan hal itu maka kami sama dengan membenarkan dakwaan tersebut. Apapun bentuk upaya hukumnnya, akan kami tempuh," tambah Mahdianur.
Terpisah, salah satu tim penuntut umum dalam kasus tersebut, Amir Giri membenarkan bahwa PH dari terdakwa kasus Tipikor Pasar Handep Hapakat bakal mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan kasus tersebut.
"Iya betul, PH dari terdakwa akan mengajukan eksepsi. Jadi, sidangnya ditunda pada Selasa 3 September 2019 mendatang langsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi," katanya ketika dikonfirmasi kabarkalteng.com via WhatsApp.
Karena, lanjutnya, tim PH untuk 3 terdakwa sama, maka ketiganya sama-sama akan mengajukan eksepsi pada hari dan tanggal tersebut dengan agenda pembacaan eksepsi dari tim PH kegita terdakwa ini.
Amir menambahkan, dengan adanya eksepsi yang dilakukan tim PH terdakas ini, selaku bagian dari JPU, tentunya memang sudah menjadi hak para terdakwa apabila mengajukan eksepsi.
"Karena telah sesuai dengan Hukum atau KUHAP. Jadi, bagi kami tidak masalah, sidang tetap lanjut terus. Atas eksepsi tersebut kami tim PU meminta majelis hakim untuk menunda sidang seminggu lagi untuk kami membuat tanggapan terhadap eksepsi, yakni replik," pungkasnya.[kenedy/manan]
loading...
TAG