Pemprov Kalteng: Akar Bajakah Jangan Dieksploitasi

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Makin viralnya tentang Bajakah, membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengimbau kepada masyarakat agar akar bajakah tidak dieksploitasi secara liar.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri menuturkan, saat ini ekplorasi dari akar bajakah dikhawatirkan menjadi eksploitasi. Bahkan, ada beberapa temuan adanya penjualan bajakah dengan kuantitas yang cukup banyak.
"Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran untuk tidak mengeksploitasi bajakah secara besar-besaran. Karena kayu ini harus dilestarikan," ucapnya, Selasa (20/8/2019).
Diuraikannya, metode penelitian terkait akar bajakah saat ini sedang dilakukan oleh para peneliti.
Pasalnya, spesies bajakah memiliki keberagaman, dan untuk pengobatan kanker itu masih dirahasiakan.
"Untuk pengobatan kanker ini bukan sembarang bajakah dan ada jenis tertentu," ungkapnya.
Ditambahkan, untuk mencapai khasiat yang manjur diperlukan dosis yang tepat sehingga dapat bermanfaat.
"Saya imbau agar tidak sembarang dalam menjual akar kayu bajakah dengan embel-embel mengobati kanker. Terlebih, menjual dalam bentuk jamu atau untuk dikonsumsi. Perlu ada kajian dan standar produk dari BPOM untuk dapat dikonsumsi secara aman oleh manusia," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG