Manfaatkan Kasus Tipikor, Oknum tak Dikenal Catut Nama Plh Kejari

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kasus Tipikor Pembangunan Pasar Handep Hapakat pada 2016 lalu telah menjerat lima orang tersangka, yakni  FN, MA, F, FT dan HY.
Kasus yang sudah melalui proses pelimpahan tahap 2 dari kepolisian resort (Polres) Pulang Pisau ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau itu rupanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum atau kelompok yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan dalam perkara kasus tersebut.
Bagaimana tidak, orang tidak dikenal (OTD), Rabu (14/8/2019) pagi mengaku sebagai Plh Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Eman Sulaeman dan Kasi Tindak Pidana Khusus Amir Giri menghubungi salah satu anak dari tersangka kasus Tipikor dana Kementerian Perdagangan sebesar 4,8 miliar.
Dalam rekaman tersebut, percakapan telepon  antara OTD dengan salah satu anak dimaksud mengaku petinggi Kejaksaan Negeri Pulpis itu melakukan negosiasi dengan maksud untuk memudahkan proses hukum sang ayah.
"Sempat curiga yang nelpon itu orang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu saya rekam. Namun dari nada suara dan kronologis sempat menyakinkan saya bahwa mereka benar dari Kejaksaan," ucap Anak Salah Satu Tersangka yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada wartawan media ini, Rabu (14/8/2019).
Terlepas benar atau tidaknya terkait telpon tersebut, dirinya tidak berkomentar banyak. Ia hanya berharap agar proses hukum yang menjerat sang ayah dapat berjalan cepat dan lancar.
"Terlepas benar apa tidak telpon yang ngaku dari Kejaksaan itu, saya tidak ambil pusing. Yang pasti saya berharap kasus bapak saya dapat segera selesai," ungkapnya.
Sementara menyikapi hal itu, Plh Kajari Pulang Pisau, Eman Sulaeman mengatakan, itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang sengaja ingin melancarkan aksi penipuan.
"Dari laporan ini kami melakukan pengecekan dan menegaskan bahwa yang menelpon itu bukan kita. Setelah kami lakukan tracking nomor oknum tersebut ternyata lokasinya bukan didaerah kalimantan. Melainkan lokasinya didaerah Sulawesi," ungkapnya.
Atas kejadian ini, kami akan terus melakukan penyelidikan dan akan menindak secara hukum terhadap pelaku.
"Kami mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai pencatutan nama para pejabat-pejabat di lingkup Kejari Pulpis. Saya juga mengimbau kepada semua pihak, khususnya rekan-rekan SOPD, UMN dan BUMD untuk mewaspadai dan berhati-hati modus penipuan mengatasnamakan Kejari Pulang Pisau maupun pejabat lainnya," pesannya.
Bagi masyarakat, tambahnya, apabila mengalami hal serupa agar dapat segera memberitahukan atau mengkonfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau atau melalui Kepala Seksi Intelijen guna dicek kebenarannya. Agar selanjutnya dapat dilakukan tindakan represif berupa tindakan hukum terhadap pelaku.
"Jangan takut laporkan ke kita semisal ada telpon-telpon yang mengaku dari pihak Kejaksaan Pulpis. Karena ini secara tidak langsung mencoreng nama baik Institusi Kejaksaan RI, khususnya pada Kejari Pulpis," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG