Lesu, Petani Keramba di Barsel Butuh Perhatian Serius

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Potensi perikanan di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) cukup besar, apalagi dilihat dari panjang dan luasnya sungai Barito.
Selain itu, peningkatan potensi perikanan pun bisa menyumbangkan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ini seperti yang dialami Mang Ata, salah seorang di antara pemelihara dan pembudidaya ikan dalam keramba di bantaran sungai Barito, tepatnya di seberang Kota Buntok.
Mang Ata kepada kabarkalteng.com mengatakan, sejak 2006 dirinya sudah menggeluti bidang usaha perikanan ini.
"Saya memulai usaha ini sejak tahun 2006 yang lalu. Awalnya dulu saya di Desa Batilap, Kecamatan Dusun Hilir, melihat potensi disini besar lalu merantau ke Kota Buntok dan menetap di sebrang Buntok ini," ungkapnya, Jumat (9/8/2019).
Dibeberkannya, awalnya usaha ini cukup menjanjikan, karena sangat dekat dengan pasar yang ada di kota Buntok. Sehingga dengan hasilnya itu bisa menyekolahkan empat orang anaknya hingga kejenjang sarjana.
Namun, akhir-akhir ini harga ikan tidak menentu atau turun hingga mengakibatkan kerugian bagi para petani keramba. Ia sangat berharap ada perhatian dari pemerintah atau atau Dinas Perikanan Barsel.
Ditambahkannya, meski harga ikan turun, namun harga pakan ikan tetap bahkan tak jarang semakin naik harganya. Diakuinya pula bahwa tak jarang pihaknya ngutang dulu kepada penjual pakan ikan tersebut.
"Saat ini kami hanya bisa berdoa dan berharap harga ikan kembali normal sehingga para petani keramba pun bisa menikamati kehidupan yang lebih sejahtera. Seperti program Nawacita pemerintahan Jokowi," pungkasnya.[ruhui]
loading...
TAG