KMP Drajat Terdampar di Muara Laut Bahaur, Ini Kata Kadishub Pulpis...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kapal penyeberangan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, KMP Drajat dikabarkan terdampar di muara laut Bahaur dekat Desa Kiapak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, pada 14 Agustus 2019 sekitar pukul 10.00 WIB.
Akibat kejadian itu para penumpang terpaksa harus dievakuasi dari dalam kapal menggunakan sekoci yang ada, dan diperbantu alat transportasi lainnya dari warga desa dan pihak Polsek setempat. Penumpang sendiri berangkat dari Bahaur menuju Paciran (Lamongan, Jawa Timur) sekitar setelah berangkat dari Pelabuhan Bahaur pukul 05.30 WIB.
Dari keterangan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pulang Pisau, Jhon Oktoberiman mengatakan, kapal penyebrangan antar pulau itu terdampar di muara laut Bahaur selepas berangkat dari pelabuhan Bahaur sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sesampai di muara laut Bahaur, kapal mengalami kerusakan akibat mesin kapal mengisap lumpur karena kedangkalan di wilayah muara laut Bahaur.
"Faktornya karena banyu surut akibat dangkalnya air di wilayah muara laut Bahaur ini. Lalu mesin mengisap lumpur hingga menyebankan kapal macet. Sudah dibaiki dan beberapa kali hidup pas jalan kembali maisap lumpur hingga mesin mati lagi," ujar Jhon saat dikonfirmasi wartawan media ini, Jumat (16/8/2019).
Menurut Jhon, saat ini kapal bisa dilanjutkan dengan cara menunggu air pasang, dan kapal pun perlu ditarik untuk lepas dari lumpur hingga dapat melanjutkan perjalanan kembali.
"Kita meminta dengan Menhub untuk segera menganggarkan dana untuk pendalaman di wilayah muara Bahaur atau Muara Sungai Kahayan ini, dan pemasangan rambu, karena banyak yang hilang dan rusak, guna kelancaran pelayan kapal kita ini," tukasnya.
Sementara dari informasi yang didapat penumpang KPM Drajat sendiri saat itu sekitar seratus orang lebih ditambah sejumlah mobil seperti Fuso, Tronton, R4 dan R2.[manan]
loading...
TAG