Kemendekaan Sudah ke-74 Tahun, Masih Ada Rasa Keadilan Tersandera..?

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Walaupun Kemerdekaan Republik Indonesia sudah yang ke-74 tahun, namun masih saja terlihat ada bentuk pembelengguan kemerdekaan yang mungkin masih dirasakan oleh masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan hebat di mata Ketua DPD Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalimantan Tengah  (Kalteng) Antonius Kristianto ini adalah persoalan penegakan hukum di Bumi Tambun Bungai.
"Saya prihatin dengan sistem penegakan hukum di Kalteng dan Kota Palangka Raya khususnya, karena masih ada bentuk ketidakadilan yang dirasakan masyarakat," ujar penasihat hukum asli Dayak ini kepada awak media, Senin (19/08/2019).
Ada beberapa contoh, lanjutnya, yang mungkin saat ini masih jadi pertanyaan besar bagi masyarakat di Palangka Raya dan Kalteng yang salah satunya adalah tuntutan kepada oknum polisi yang menabrak tiga mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) hingga berujung maut.
"Saya masih percaya kalau sebenarnya para Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa bertindak profesional dan meletakkan hukum pada tempatnya, karena seperti yang kita ketahui oknum polisi yang menabrak dan menewaskan 3 mahasiwa itu mendapat tuntutan pidana 4 bulan penjara dan denda Rp1 juta subsider 2 bulan kurungan, pun vonisnya 4 bulan penjara dan denda Rp1 juta dengan subsidair 2 bulan penjara," ungkapnya.
Lebih lanjut, ini artinya bisa saja akan menimbulkan ketidakpercayaan masyakarat terhadap penegakan hukum dan terjadinya bad branding (citra buruk) yang mungkin tersemat bagi institusi penegak hukum yang ada di Kalteng.
Senada, Suriyansyah Halim, Ketua DPC PPKHI Kota Palangka Raya itu menegaskan, janganlah ini akan menciderai rasa keadilan dan menyandera kemerdekaan setiap warga negara yang telah dijamin oleh negara sesuai Pasal 27 ayat (1), segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
"Semoga isu ini bisa meningkatkan awareness (kesadaran) untuk penegakan hukum yang lebih baik dan profesional," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG