Kecam oknum Dosen Cabul, PPKHI Kalteng Siap Beri Bantuan Hukum

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Badai besar yang melanda Universitas Palangka Raya (UPR) akibat ulah tak senonoh oknum dosen FKIP berinisial PS, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya di Kalteng, kasus ini bahkan sudah jadi perhatian nasional.
Dugaan tindakan pelecehan seksual oknum dosen yang belakangan diketahui Ketua Prodi Fisika kepada belasan mahasiswinya, kini sudah ditangani dan diproses pihak Kepolisian Daerah ( Polda) Kalteng. Kasus inipun menjadi citra buruk bagi universitas kebanggaan masyarakat Kalteng.
Tidak hanya itu, tindakan tak terpuji PS menuai berbagai kecaman, salah satunya datang dari Ketua DPD Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalteng, Antonius. Ia mengecam tindakan tak bermoral oknum dosen cabul.
"Ini perbuatan bejat dan ini adalah tindakan cabul yang seharusnya tak dilakukan oleh oknum dosen FKIP terhadap belasan mahasiswanya. Ini sangat mencoreng wajah dunia pendidikan kaum intelektual," ujar Anton kepada awak media di kantornya, Rabu (28/8/2019).
Anton berharap aparat penegak hukum serius menangani kasus dugaan tindakan cabul dosen ini. "Seharusnya dalam kasus ini oknum dosen tersebut harus segera dilakukan penahanan, karena ini kejahatan yang sangat merendahkan martabat dan harga diri kaum  perempuan," tandasnya.
PPKHI Kalteng, lanjutnya, siap memberikan bantuan dan pendampingan hukum. Kepada para korban dipersilakan datang ke kantor. "Saya berjanji kita gratiskan dari biaya apapun, kita akan kawal dan tangani secara profesional sampai perkara ini tuntas dan mereka mendapatkan keadilan," jelas Anton.
Senada, praktisi hukum Palangka Raya, Ari Madya juga mengaku geram dengan tindakan oknum dosen cabul tersebut. "Ini adalah tindakan yang abnormal, pihak UPR harus mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen tersebut dan melindungi para korban dari intimidasi dari pihak manapun," pungkasnya.[deni]
loading...
TAG