Indahkan Peraturan Dishub Kotim,  Kelotok Ini Terbalik di Satiruk

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Sebuah taksi perahu bermesin alias kelotok jurusan Sampit, Kabupaten Kotawiringin Timur (Kotim)-Pegatan Kabupaten Katingan mengalami kecelakaan.
Kelotok ini terbalik di wilayah perairan Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Selasa (20/8/2019) kemarin sekira pukul 09.00 WIB.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu," terang Kepala UPTD Dermaga Sampit, Agus Budiono SE.
Menurutnyq, kejadian tersebut dikarenakan berlayar tidak sesuai dengan prosedur dan tidak mengindahkan imbauan keselamatan.
Diuraikannya, kelotok tersebut berangkat dari Sampit tujuan Pegatan pada hari Selasa (20/8/2019) sekira pukul 05.00 WIB, namun pada pukul 09.00 WIB tepat di wilayah perairan Satiruk kelotok mengalami patah pada pen asnya.
Mengetahui pen as kelotoknya patah, lanjut Agus, nakhoda memutuskan untuk mengevakuasi penumpang yang berjumlah 4 orang ke tepi sungai. Namun, ketika sampai di tepi sungai ada gelombang yang cukup besar menyusul dan menghantam sisi kelotok hingga terbalik.
"Taksi kelotok yang mengalami musibah ini kami pastikan illegal alias tidak resmi, karena tidak sesuai dengan prosuder yang telah kami tetapkan dan berlayar tanpa sepengetahuan pihak kami," tegasnya ketika dikonfirmasi kabarkalteng.com, Rabu (21/8/2019).
Menurutnya, sesuai dengan prosedur binaan Dishub Kotim, taksi kelotok tujuan Sampit-Pegatan ini diageni jasa angkutan sungai yang resmi kemudian akan dikeluarkan surat persetujuan berlayar dan ada asuransi Jasa Raharja dan rutenya wajib melalui Sungai Hantipan tidak melalui pesisir laut.
Memang, jelasnya, kendala melalui Sungai Hantipan pada saat musim kemarau ini kondisinya surut di daerah Karukan sehingga penumpang akan mengalami keterlambatan.
"Padahal kami sudah memberikan surat imbauan tentang keselamatan pelayaran dengan nomor 550/1029/UPTD-DERMAGA/VII/2019 kepada para pemilik, agen, nakhoda, dan motoris jurusan Sampit - Pegatan pada bulan Juli 2019 yang lalu dan menegaskan dilarang melintas melalui pesisir laut, namun masih ada yang melanggar," bebernya.
Pasca kejadian ini pihaknya akan kembali mengeluarkan surat imbauan dengan menegaskan apabila masih ada taksi kelotok yang melalui pesisir laut maka sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nakhoda, motoris beserta agen jasa angkutan sungainya.
"Ke depannya kami mengharapkan tidak ada lagi kejadian seperti ini dan pihak kami akan bekerja sama dengan pihak KSOP Sampit, Mako Polairud Polda Kalteng di Pelangsian, Polairud Polres Kotim dan Pos AL Samuda agar tercipta transportasi sungai yang aman dan nyaman," tandasnya.[tomi]
loading...
TAG