Hujan Turun, Karhutla di Kotim Berkurang

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Dampak turunnya hujan yang kerap terjadi belakangan ini membuat titik api atau hotspot di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berangsur angsur sudah mulai berkurang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Ir Muhamad Yusuf MT mengatakan, hujan yang sempat beberapa kali mengguyur wilayah Kotim sangat membantu memadamkan titik titik api.
"Meski demikian pihak kami tetap melakukan upaya pencegahan terbakarnya kembali lahan dengan melakukan pendinginan di titik yang sempat terbakar," ujar Yusuf, ketika dibincangi kabarkalteng.com, Kamis (29/8/2019).
Selain pemadaman karhutla melalui darat, pihak BPBD Kotim juga mendapat dukungan dari 2 heli water boombing untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat diakses melalui jalan darat.
"Namun penggunaan heli water boombing juga tidak setiap saat, hanya bila benar benar diperlukan agar efisien," tambahnya.
Menurutnya, peran serta, keperdulian dan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor utama terjadinya karhutla di wilayah Kotim. Ada beberapa wilayah yang memang sengaja dibakar oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
"Saya kerap menerima laporan dan pengaduan bahwa ada oknum warga masyarakat yang membuka ladangnya dengan sengaja membakar," bebernya.
Padahal pihak BPBD Kotim, tambahnya, sudah berkali kali memberikan imbauan agar tidak membuka ladang dengan cara membakar.
"Akibat pembakaran yang sengaja dilakukan ini akan berakibat merugikan kepada orang lain dan pelakunya akan terancam sanksi hukuman yang cukup berat," pungkasnya.[tomi]
loading...
TAG