Gubernur Sugianto Instruksikan Perangkat Daerah Tingkatkan Upaya dan Kinerja

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Untuk kali pertama duta anak Kalimantan Tengah (Kalteng) ikut serta sebagai peserta aktif pada Musrenbangda. Di momen ini, perwakilan anak-anak Kalteng bisa mendengar keterbukaan informasi berupa hasil evaluasi pembangunan.
Ini juga ekaligus dapat didengar keinginan dan harapannya yang menjadi bahan penyusunan RAPBD tahun 2020.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dalam amanatnya yang dibacakan Sekda Kalteng Fahrizal Fitri SHut MP pada Rakorda Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalteng tahun 2019, Kamis (1/8/2019).
Ia juga mengajak semua elemen untuk bekerja secara konsisten dan berkesinambungan dalam membangun Bangsa dan Negara.
"Saya berharap kita selalu konsisten mengajak perwakilan anak di setiap momentum strategis setara Musrenbangda di seluruh Kabupaten/Kota pada tahun-tahun yang akan datang," ujarnya.
Di balik berbagai keberhasilan ini, lanjutnya, seperti apa yang telah dilaporkan oleh Kepala Dinas P3APPKB Kalteng bahwa masih ada berbagai tantangan tugas kita terkait perlindungan perempuan, perlindungan anak maupun di dalam penguatan generasi.
"Untuk itu saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menghapus Pernikahan Usia Anak yang masih kerap terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Demikian juga kita harus mewaspadai dan mengantisipasi tindak pidana perdagangan orang yang mungkin saja terjadi di tempat kita," jelasnya.
Hingga kini masih sering mendengar kasus-kasus kekerasan seksual, penganiayaan pada anak dan kasus-kasus terkait penggunaan narkoba pada anak dan remaja di berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk itu, tambahnya, secara khusus ia menginstrusikan kepada perangkat daerah Provinsi terkait seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial dan lain-lain, untuk berperan aktif mendorong perangkat daerah di Kabupaten/Kota agar meningkatkan upaya dan kinerja dalam memperjuangkan daerahnya memperoleh sertifikasi dan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak, terwujudnya KLA di suatu daerah niscaya akan memperkuat kesiapan dalam mengedepankan upaya-upaya perlindungan perempuan dan anak.
Selain itu, perangkat daerah di semua lini baik provinsi maupun kabupaten/kota agar memberi perhatian dan fokus dalam melaksanakan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.
"Keterwakilan yang semakin rata ini saya harapkan akan meningkatkan peran nyata perempuan di semua lini pembangunan yang akan mengakselerasi kesejahteraan bagi bangsa dan negara," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG