Expo Dibuka, Sejumlah Senjata Khas Dayak Dipamerkan di Stand Fordayak Pulpis

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Pameran pembangun dan Pulang Pisau Expo di Kabupaten Pulang Pisau sudah dibuka oleh orang nomor satu di Bumi Handep Hapakat, yakni Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo, Kamis (15/8/2019) sore.
Pameran dan Expo dalam rangka menyambut HUT RI ke-74 dan Harjad Pulang Pisau ke-17 itu, Pemkab setempat telah menyiapkan puluhan stand bagi instansi maupun UKM.
Pada kesempatan tersebut tak ingin tertinggal, Fordayak-KT Kabupaten Pulang Pisau ikut ambil bagian dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke-74 dan Harjad Kabupaten Pulang Pisau ke-17 ini.
Di stand Fordayak-KT Kabupaten Pulang Pisau, pihaknya berkesempatan menampilkan atau memamerkan sejumlah senjata khas suku Dayak Kalimantan Tengah, di antaranya Mandau, Lunju (sejenis tombak), dan Sumpit yang masing-masing ada nama khususnya.
Seperti yang disampaikan Ketua Fordayak-KT Kabupaten Pulang Pisau, Diharyo, saat ini di stand Fordayak Pulang Pisau pihak memajang sejumlah senjata khas Dayak, dimana senjata tersebut bukan sembarang senjata, namun senjata yang memiliki nilai sejarah dan sejumlah kekuatan magic di dalamnya.
"Sedikitnya ada puluhan senjata khas Dayak ini yang kita pamerkan di stand Fordayak Pulpis, diantaranya ada Tiruk Anti Petir (semacam tombak untuk menjaga rumah), Lunju Bajang dan Hadangan (sejenis tombak untuk berburu dan membunuh kerbau guna acara adat), Lunju Baleh Bunu (sejenis tombak, untuk membalas binatang pemangsa), Lunju Bawui (untuk berburu babi hutan), Rabayang Kait Kalakai (senjata Suku Dayak untuk Berkomunikasi dengan leluhur), Lunju Tempur (senjata Dayak untuk membunuh manusia dalam pertempuran), Sipet atau Sumpit (senjata mematikan yang mengandung racun), dan sepasang Mandau serta lainnya," turut Diharyo mengungkapkan.
Kesemua jenis senjata Khas Dayak itu, menurut Diharyo, tidak sembarang keluar ada dibawa apabila tidak ijin dengan empu atau pemiliknya.
"Karena semua ini senjata peninggalan leluhur suku Dayak, maka tidak sembarangan bisa dibawa kemana-mana kecuali ada hal genting dan ijin dari pemilik," ujarnya.
Ia menambahkan penampilan senjata khas Dayak ini, tidak lain ialah untuk memperkenalkan kepada generasi muda seperti apa senjata-senjata khas Dayak itu.
"Kita berharap dengan adanya penampilan sejumlah senjata khas Dayak ini maka generasi muda, khusus di Kabupaten Pulang Pisau bisa mengenal dan memaknai nilai budaya yang ada di Kalimantan Tengah ini," tutupnya.
Sementara, Fordayak-KT sendiri adalah sebuah organisasi yang didirikan didirikan dan dibentuk oleh masyarakat dalam hal ini Pemuda-Pemudi Dayak maupun Pendukung atau Simpatisan, yang secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan,kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.
Organisasi Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (FORDAYAK-KT) ini terbentuk di Kota Palangka Raya, Propinsi Kalimantan Tengah yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta Falsafah Huma Betang di Bumi Tambun Bungai, Provinsi Kalimantan Tengah.[manan]
loading...
TAG