Dua Penambang Emas Ilegal di Banama Tingang Diciduk Polisi

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Dua pelaku berinisial R (34) dan T (45), merupakan warga Banama Tingang dan Sepang (Gunung Mas) diciduk aparat kepolisian.
Kedua pelaku diciduk lantaran diduga menambang emas atau ilegal mining di Simpang Tiga Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau pada Jumat  30 Agustus 2019, sekira pukul 14.17 WIB.
Kapolres Pulang Pisau, melalui Kasatreskrim Iptu Jhon Digul Manra mengatakan saat petugas melakukan Operasi Peti 2019 mendapati dua orang sedang melakukan kegiatan pertambangan ilegal di Lokasi Simpang Tiga Desa Tangkahen, dengan menggunakan Mesin Merk Samson 39 PK.
"Melihat itu, kemudian aparat membawa ke dua laki-laki tersebut dan mengamankan barang bukti, dan selanjutnya dibawa ke Polres Pulpis untuk proses lebih lanjut," kata John Digul saat dikonfirmasi wartawan media ini, Sabtu (31/82019) malam.
Adapun modus yang dilakukan kedua pelaku, terang Jhon Digul, saat itu kedua pelaku menambang emas secara tradisional dengan menggunakan mesin merk Samson 30 PK dan Keong. Lalu dilakukan penyedot pasir bersama air hingga disemprotkan ke Kasbuk tempat karpet secara terus menerus sambil mengarahkan selang ke arah yang diinginkan.
"Dengan cara itu, kemudian karpet-karpet dibersihkan hingga mendapatkan hasil berupa emas," tukasnya.
Akibat perbuatannya, tambah Jhon Digul, kedua pelaku akan disangkakan pasal Pasal 158 Jo Pasal 37, Pasal 40 ayat ( 3 ), Pasal 48, Pasal 67 ayat ( 1 ), Pasal 74 ayat ( 1 ) atau ayat ( 5 ) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHPidana.
"Pelaku akan dijerat tindak pidana melakukan usaha pertambangan tanpa IUP (Izin Usaha Pertambangan ), IPR (Izin Pertambangan Rakyat) atau IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus)," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG