Diterpa Viral Pungli Oknum Dosen, Ini Klarifikasi Rektorat UPR

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Sempat viral di beberapa media, pihak Rektorat Universita Palangka Raya ( UPR ) akhirnya melakukan klarifikasi terkait dugaan Pungutan Liar ( Pungli) oleh AAS, oknum Dosen Fakultas Hukum UPR.
Sejumlah awak media hadir di ruang rapat Rektorat UPR, Jumat ( 02/08/2019). Jurnalis mendengarkan klarifikasi pemberitaan mengenai dugaan Pungli oleh AAS yang merupakan dosen pembimbing dan dilaporkan oleh mahasiswanya, karena meminta uang Rp2 juta.
Klarifikasi turut dihadiri Wakil Rektor UPR Bidang Umum dan Keuangan Suriyansyah, Wakil Rektor Bidang Hukum, organisasi dan Kemahasiswaan Suandi Sidauruk.
Dekan Fakultas Hukum UPR, John Terson menjelaskan, pihak Rektorat masih menyelidiki dan memproses kasus ini.
"Kita tidak ingin kita salah langkah dan sudah ada tim yang dibentuk, saat ini kemungkinan kita akan siapkan sangsi dari pelanggaran kode etik untuk oknum dosen AAS tersebut," jelas Dekan FH Jhon Terson.
Ini, lanjutnya, masuk kategori sedang pelanggaran kode etik yang dilakukan dan kita bisa menjatuhkan sanksi enam bulan skors masa kerja bila oknum dosen tersebut memang terbukti bersalah.
Sedangkan untuk FR, mahasiswa yang melaporkan tersebut, UPR berjanji akan melindungi hak haknya.
"Kita pihak universitas akan menjamin proses kelulusan mahasiswa tersebut akan berjalan sewajarnya tanpa ada intimidasi dari pihak manapun," terang Jhon dalam klarifikasi yang disampaikan.
Ia juga meminta maaf kalau ada ketidaknyaman pelayanan informasi kepada pihak media, karena semua masih dalam proses yang dilakukan pihak UPR.[deni]
loading...
TAG