BPN dan Kemenag Kapuas Ukur Perdana 8 Tanah Wakaf Sporadik

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Menindaklanjuti program Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam perihal percepatan pensertifikatan tanah wakaf.
Kementerian Agama Kabupaten Kapuas melalui Penyelenggara Syariah bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas terus mengejar pengukuran tanah wakaf sporadik dan diawali dengan pengukuran di Kecamatan Kapuas Kuala, Senin (26/8/2019).
"Kami bersama empat orang petugas BPN Kapuas bergerak cepat melakukan pengukuran perdana di Kecamatan Kapuas Kuala sebanyak 8 lokasi yaitu 7 lokasi berada di Desa Lupak Dalam dan 1 Lokasi berada di Desa Batanjung" kata H. Supriatin, Penyelenggara Syariah Kemenag Kapuas, Rabu, (27/8/2019).
Menurutnya, untuk pengukuran di desa Batanjung harus menyeberangi laut melawan gelombang laut hingga sampai ketujuan.
Dilanjutkannya, Kecamatan Kapuas Kuala merupakan desa pertama yang dilakukan pengukuran tanah wakaf sporadik.
Rencananya pengukuran akan lanjutkan untuk wilayah Kecamatan Basarang dan Kecamatan Selat, dilanjutkan ke Kecamatan Pulau Petak dan Kapuas Murung.
“Kita selesaikan dahulu yang mudah dijangkau, untuk wilayah yang jauh seperti Kecamatan Timpah, Kapuas Hulu dan seterusnya akan kita gabung, jadi bisa sekali jalan selesai” jelas Supriatin
Terpisah, Kepala KUA Kecamatan Kapuas Kuala Herry Muliadi menyampaikan terimakasih kepada tim pengukuran tanah wakaf dari Kapuas yang sudah melaksanakan pengukuran di wilayahnya.
Perwakilan BPN Kapuas Rusdi Jamali yang ikut dalam tim pengukuran mengatakan untuk pengukuran tanah wakaf sporadik akan terus dilakukan sampai selesai.
"Ini merupakan bentuk kerjasama yang sudah disepakati BPN Kapuas dengan Kementerian Agama dalam percepatan sertifikasi tanah. Sebelum bulan Oktober target pengukuran harus sudah selesai, agar mudah melakukan perekapan dan memasukan ke aplikasi” tutupnya. [zulkifli]
loading...
TAG