Berkas Sudah Dilimpahkan, Kasus Pasar Segera Sidang Perdana

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Perkara kasus korupsi pembangunan pasar Handep Hapakat Tahun Anggaran 2016 Pulang Pisau memasuki babak baru, dimana berkas perkara pada kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya pada 15 Agustus 2019.
"Lima berkas kasus pasar Handep Hapakat ini sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya pada Kamis 15 Agustus 2019 lalu oleh Penuntut Umum Kejari Pulpis," kata Plh Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Eman Sulaeman, SH. MH melalui Kasi Tindak Pidana Khusus Amir Giri, SH saat dikonfirmasi wartawan media ini, Rabu (21/8/2019) via WhatsApp pribadinya.
Dikatakan Amir Giri, semua administrasi berkas perkara ini seperti surat dakwaan, berkas perkara, dan barang bukti telah diterima langsung oleh Panitera Muda Pidana Tipikor Rabiatul, SH di Pengadilan Negeri Palangkaraya pada hari dan tanggal itu.
Saat ini, tutur Amir, Penuntut Umum tinggal menunggu penetapan hari sidang dari Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. Setelah mendapat penetapan hari sidang, lanjutnya, para terdakwa akan dibawa ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya guna mengikuti proses pemeriksaan sidang pengadilan selanjutnya.
"Untuk tanggal sidang perdana sendiri Insyaallah berlangsung pada 27 Agustus 2019 ini. Nantinya, kami juga akan menghadirkan para saksi, para ahli, serta surat-surat yang diperlukan untuk membuktikan perkara tersebut," pungkasnya.
Ditambahkannya, guna mempermudah proses persidangan, sebanyak empat tahanan rutan Kuala Kapuas dipindahkan ke rutan Palangka Raya.
"Hari ini empat tahanan rutan dipindahkan ke rutan Palangka Raya. Ini guna mempermudah proses persidangan perdana Selasa 27 Agustus 2019 pekan depan," tutupnya.
Seperti diketahui, perkara kasus korupsi pembangunan pasar Handep Hapakat Tahun Anggaran 2016 lalu itu telah menyeret lima tersangka. Itu dibuktikan berdasarkan audit yang dilakukan okeh tim Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI Pusat) pada proyek pembangunan pasar tersebut, dan terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp2,7 miliar.[manan]
loading...
TAG