Bahan Baku Langka di Tengah Gempuran Zaman, Pengrajin Getah Nyatu Ini Masih Bertahan

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Menekuni kerajinan tradisional di zaman serba modern menjadi tantangan tersendiri. Tak terkecuali bagi Fransius, perajin getah nyatu di Kabupaten Kapuas ini, sejak puluhan tahun terus menekuni kerajinan tangan dari getah nyatu khas Suku Dayak tersebut.
"Untuk kerajinan getah nyatu ini kendalanya karna saat ini sulitnya mendapatkan bahan baku yaitu getah dari pohon nyatu," ungkap Frans, Sabtu (17/8/2019).
Untuk mendapatkan bahan baku, menurut Frans harus memesan dari luar Kapuas.
"Usaha keraiinan ini dimulai dari orang tua kami sewaktu masih berdomisili di Kapuas sebrang, kami ingin terus mempertahankan kerajinan getah kayu ini," imbuh Frans.
Hal itu, lanjut dia, agar kelestariannya dapat terjaga, tidak terlupakan seiiring gerusan waktu.
Ikon Dayak kerajinan getah nyatu ini memang paling banyak dibuat di Kabupaten Kapuas, hasil kerajinan getah nyatu bisa berupa kapal perahu, profil orang Dayak membawa mandau, atau tempat menaruh pena dan lainnya.
Gatner Eka Tarung, salah satu tokoh masyarakat Dayak setempat mengatakan kerajinan tangan getah nyatu ini dahulu sangat populer,
"Sekitar tahun 1980 itu sangat populer dan paling dicari, untuk souvenir atau hadiah," ungkap Gatner.
Bahkan, lanjutnya, ada pameo yang mengatakan belum datang ke tanah Dayak kalau tak bawa kerajinan getah nyatu.
"Kita harapkan ini jadi perhatian agar kerajinan getah nyatu ini tidak punah dapat dilestarikan, khususnya bagi generasi muda kita," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG