Apresiasi Dua Siswi, Gubernur Kalteng Instruksikan Jajaran Patenkan Akar Bajakah

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Karya ilmiah dua siswi SMAN Palangka Raya berupa ekstrak akar pohon bajakah, kini dicatat sebagai prestasi luar biasa oleh dunia. Berkat prestasi ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pun memberikan apresiasi.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran bahkam secara khusus mengundang Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri ke Istana Isen Mulang, Selasa (13/8/2019).
Sugianto mengaku sangat mengapresiasi dengan capaian membanggakan dari kedua putri Dayak ini. Ia juga segera menginstruksi jajaran untuk membantu mematenkan hasil penemuan yang membanggakan ini.
"Saya sudah perintahkan Sekda dan Kadis Kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk membantu agar ini bisa segera dipatenkan, sehingga mereka bisa mendapatkan paten atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) nya," tegas orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini.
Seperti kita ketahui, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri ini telah berhasil meraih medali emas pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, 25 Juli 2019 lalu.
Medali tersebut diraih atas penelitian tentang akar bajakah tunggal yang tumbuh di tanah Kalteng, yang bisa menjadi obat untuk menyembuhkan tumor ganas yakni kanker payudara.
Untuk melindungi hasil penemuan yang membanggakan sekaligus bermanfaat bagi orang banyak ini Gubernur menekankan pentingnya untuk melindungi penemuan ini dengan cara dipatenkan.
"Karena yang mereka temukan ini sangat luar biasa. Bukan saja hanya dibutuhkan oleh orang Kalteng, tapi Indonesia bahkan dunia. Jadi jangan sampai nanti, hasil karya intelektual ini justru malah diakui oleh orang lain, apalagi oleh negara lain. Ini harus kita lindungi," imbuhnya.
Gubernur juga memberikan bantuan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp30 juta kepada kedua siswi peraih medali emas ini serta kepada Yazid yang pertama kali memberikan ide tentang penelitian obat kanker dari akar bajakah.[kenedy/adv]
loading...
TAG