Absen di Praperadilan, PH Tersangka Kasus Pasar Cabut Permohonan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Upaya hukum yang telah dilakukan oleh Penasihat Hukum (PH) H YM untuk membatalkan status tersangka terhadap kliennya dalam Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Handep Hapakat pada tahun anggaran (TA) 2016 lalu sudah dicabut.
Pencabutan itu disebabkan oleh sidang praperadilan yang diajukan olah pihaknya di Pengadilan Negeri (PN) Pulang Pisau itu tidak bisa dihadiri pihak kejaksaan setempat dalam sidang tersebut.
"Dalam sidang Praperadilan yang telah dijadwalkan itu pihak Kejaksaan tidak bisa hadir. Itu disampaikan oleh Hakim Tunggal bahwa pengadilan baru menerima surat dari kejaksaan Negeri Pulang Pisau yang menyatakan kalau dari pihak kejaksaan tidak bisa hadir di persidangan praperadilan dan dalam suratnya pihak kejaksaan meminta sidang praperadilan ditunda di sesuai tanggal tanggal dan hari yang ditetapkan pada waktu itu," ucap Mahdianur, selaku PH H YM mengabarkan kepada wartawan media ini, Senin (26/8/2019).
Sebagai PH dari H YM, tentunya mendapat kabar tersebut pihaknya sangat menyayangkan sekali bahwa ketidakhadiran dari pihak kejaksaan itu, karena upaya hukum praperadilan ini disamping proses hukumnya yang cepat dan singkat hanya kurang lebih 7 hari sudah harus putus.
Disamping itu juga, lanjut Mahdianur, pihaknya sudah meminta kepada Hakim praperadilan untuk menjadwalkan agar proses sidangnya dipercepat (1 hari 2 kali sidang), tetapi apa boleh buat dikarenakan pihak Kejaksaan Negeri Pulang Pisau tidak bisa hadir dan bahkan menyurati pengadilan agar minta sidangnya ditunda di hari yang telah ditetapkan itu.
"Maka berdasarkan perhitungan itu, ketimbang dilanjutkan proses upaya hukum praperadilannya yang nanti juga akan gugur karena sidang pokok perkara di Tipikor Palangka Raya telah berjalan. Artinya, seandainya kami mengikuti penundaan sidang yang telah ditetapkan itu, maka prosesnya akan gugur juga. Jadi, mending kita cabut saja Permohonan Praperadilannya dan Inshaa Allah kami akan fokus dipembelaan pokok perkara saja," papar Mahdianur yang juga sebagai ketua Tim PH didalam proses hukum tersangka lainnya, yakni inisial F, M, dan H YM.
Sementara itu terpisah, menyikapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Pulpis, Emen Sulaeman melalui Kasi Pidsus Kejari Pulpis, Amir Giri membenarkan bahwa pihaknya saat itu tidak dapat hadir dalam sidang praperadilan kasus Tipikor pasar Handep Hapakat
Ketidakhadiran itu, lanjutnya Amir, pihaknya sesuai jadwal sidang praperadilan ada kegiatan di Palangka Raya.
"Benar. Karena kami selaku termohon sedang ada kegiatan di Kantor BPK perwakilan Kalteng. Nah kami minta dijadwalkan sesuai jadwal yang ada untuk sidang praperadilannya. Tapi, setelah itu tidak ada lagi relaas panggilan kapan sidangnya berlangsung," ungkapnya.
"Kami hanya menunggu saja. Surat ijin tidak hadir sidang juga sudah kami serahkan ke Hakim melalui Ketua PN Pulpis. Lampiran surat dari BPK, surat tugas, dan surat perintah mengikuti sidang prapid sudah kami lampirkan semua," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG