Waduh...! Pembangunan Pagar Stadion Rp1,5 Miliar Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Pembangunan pagar Stadion Olahraga di Kabupaten Pulang Pisau menuai kontroversi. Pasalnya, pelaksanaan proyek senilai Rp1,5 miliar itu dalam pekerjaannya diduga menggunakan fasilitas negara.
Dalam pengerjaan, para pekerja disinyalir menggunakan aliran listrik dari fasilitas KONI Pulang Pisau. Hal ini tentunya berdampak pada merugikan negara, karena akan menambah beban biaya tagihan listrik di organisasi tersebut.
Selain hal itu, pihaknya juga didapati tengah memakai fasilitas air PDAM dari area stadion. Padahal, fasilitas air itu merupakan fasilitas negara atau milik negara atau KONI Pulang Pisau.
Menanggapi informasi tersebut, Ketua KONI Pulang Pisau, Minggus Nopeni tidak membenarkan kalau fasilitas negara dipakai secara pribadi, apalagi dilakukan oleh kontraktor yang seyogyanya memiliki anggaran dan fasilitas tersendiri guna kelancaran pekerjaannya.
"Saya tidak membenarkan kalau ada fasilitas negara dipakai untuk kepentingan pribadi. Apalagi ini dilakukan oleh pemborong atau kontraktor," ujar Minggus yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau kepada wartawan media ini, Kamis (25/7/2019).
Dengan ini, lanjut Minggus, pihaknya merasa keberatan karena secara tidak langsung hal ini sudah merugikan negara dan pihak KONI sendiri.
"Informasi ini saya dapatkan dari anggota KONI Pulpis. Kemungkinan nanti kita akan lakukan komunikasi dengan pihak terkait dalam pembangunan proyek pagar di area Stadion HM Sanusi ini," tutupnya.
Padahal, tambah Minggus, jauh-jauh hari sudah diingatkan oleh Bupati Pulang Pisau, jangan  menggunakan fasilitas negara untuk keuntungan atau kepentingan pribadi.
"Ini kesannya seperti nyolong saja. Tanpa sepengetahuan kita. Semoga kedepannya hal semacam ini jangan pernah terulang lagi," tukasnya.
Sementara, saat dikonfirmasi pihak pelaksana (kontraktor) menyebutkan kalau pihaknya sudah meminta izin dengan PPTK di dinas terkait untuk menggunakan fasilitas tersebut.
"Kami sudah izin dengan PPTK di dinas PUPR untuk memanfaatkan listrik dan air di sini," ujarnya dengan singkat kepada media ini.[manan]
loading...
TAG