Undang Tokoh Kompeten, KNPI Kalteng Gelar Dengar Pendapat Pemindahan Ibu Kota

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Momen HUT ke-49 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dimaknai DPD KNPI Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan menggelar diskusi dengar pendapat di Aula KNPI setempat, Sabtu (27/7/2019) malam.
Dengar pendapat bertajuk "Wacana Pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Tengah, Siapkah Kita"? ini dilakukan dengan para tokoh kompeten di Bumi Tambun Bungai.
Karenanya, pertemuan inibmembahas tentang kesiapan Kalteng menjadi ibu kota negara, mulai dari kesiapan menghadapi bencana Karhutla, kesiapan menjaga wilayah kekuasaan NKRI,  mengingat karena Kalteng dekat dengan perbatasan negara lain, serta plus minusnya Kalteng menjadi ibu kota
Wacana pemindahan ibu kota ke Kalteng banyak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Kalimantan sendiri, di mana masyarakat takutkan suku Dayak akan tersingkir seperti Betawi di Jakarta. Sedang plusnya kesejahteraan meningkat dibarengi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, penelitian dan lain-lain.
Ika Windarti dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya mengatakan, Kalteng bisa mencontoh pemindahan ibu kota Brazil dari pusat kota Rio de Jenero ke daerah Brasilia dan meraka berhasil.
"Kita bisa mencontoh Brazil, ini sama persis kalau pemindahan ibu kota ke Kalteng dan pemerintah bisa meniru apa yang dilakukan Brazil itu," bebernya.
Dilanjutkannya, saat dilakukan survei, 30 persen masyarakat Kalteng tidak setuju Kalteng menjadi ibu kota, dan 70 persen lainya sangat setuju Kalteng menjadi ibu kota. Rencana pemindahan ibu kota ini sudah naik turun dari zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. 
"Kalau dilihat dari historisnya Kalteng memang sudah disiapkan oleh tokoh proklamator Indonesia Sukarno untuk menjadi ibu kota Republik Indonesia," bebernya.
"Suara kita ini hanya aspirasi saja, ketuk palu jadi atau tidaknya pemindahan ibu kota ini ada di pemerintah. Jadi baik ibu kota mau dipindahkan ke pulau Kalimantan,  Sumatera bagian timur dan Sulawesi bagian selatan, wilayah tersebut adalah wilayah Republik Indonesia. Jadi kita harus mendukung wilayah mana yang nanti dipilih oleh pemerintah pusat, dengan harapan Indonesia menjadi negara yang lebih baik," timpalnya.[kenedy]
loading...
TAG