Tuntut Pembebasan Dua Wartawan, Aksi Solidaritas Insan Pers Demo ke PN Palangka Raya

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Puluhan wartawan mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Jumat (26/7/2019). Para awak media yang sebagian besar anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng ini ke PN ingin bertemu dengan Ketua PN Palangka Raya.
Para Jurnalis ini datang untuk menyampaikan aspirasi dan solidaritas terkait nasib yang dialami oleh dua rekan mereka, Arliandie dan Yundhi yang kini menjadi terdakwa.
Mereka menjadi terdakwa akibat pemberitaan mengenai Perusahaan Besar Sawit (PBS) PT Agrindo Green Lestari (AGL) yang beroperasi di Kabupaten Pulang Pisau, di salah satu  media online.
Ririn Binti, wartawan senior dan selaku penanggung jawab aksi dalam orasinya  di depan Kantor PN Palangka Raya menyampaikan, sengketa pemberitaan yang terjadi adalah murni produk jurnalis.
"Saya dan saksi ahli dari dewan pers sudah mengungkapkan di persidangan kalau itu adalah produk jurnalis," teriak Ririn saat berorasi dalam aksi sollidaritas insan pers.
Ririn menyayangkan ada pemaksaan penetapan tersangka oleh pihak penyidik kepolisian terhadap Arliandi dan Yundhi.
"Padahal ini karya jurnalistik, seharusnya ini diselesaikan melalui sidang kode etik jurnalistik," terang Ririn.
Para jurnalis tidak ingin pers sebagai media kontrol dalam menjemput kebenaran, akhirnya bisa dipenjara. Karena itu mereka meminta dua rekan wartawan tersebut dibebaskan.
Pada kesempatan ini juga diserahkan pernyataan sikap yang berisi 5 poin, di antaranya memohon kepada PN Palangka Raya mengedepankan UU No 40 tahun 1999 tentang pers, UUD 45  Pasal 28 huruf (f) dan pasal 50 KUHP dalam memberikan keputusan terhadap sengketa pers.
Lima poin pernyataan sikap ini diberikan Ketua PWI Kalteng yang baru terpilih Haris Sadikin, untuk diserahkan Ririn ke PN.
Di tempat yang sama, Ketua PN Palangka Raya Kurnia Yani Darmono langsung  menemui para pendemo dan berjanji untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Akan memberikan keputusan seadil-adilnya kepada Arliandi dan Yundhi," ujarnya.
Dari pantauan kabarkalteng.com di lapangan, aksi demo solidaritas ini berlangsung tertib dan aman dengan dijaga oleh puluhan aparat kepolisian.[deni]
loading...
TAG