Tingkatkan Kemampuan, Kemenag Kapuas Sosialisasi Teknis Penulisan Ijazah

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Untuk meningkatkan pemahanan kemampuan dan keterampilan madrasah dan pemangku  kepentingan dalam penulisan blangko ijazah, Seksi Pendidikan Madrasah (Pemad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas melakukan sosialisasi penulisan blangko Ijazah.
Sosialisasi penulisan blangko Ijazah Madrasah Tahun Pelajaran 2018/2019 bagi Kepala Madrasah semua jenjang, mulai RA, MI, MTs, dan tingkat MA ini digelar di aula Kantor Kemenag, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Selasa (16/7/2019).
Kepala kantor Kemenag Kapuas, H Ahmad Bahruni melalui Kasi Penmad, H Sajarwan mengatakan, agar peserta dapat mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan tersebut, sosialisasi kepada madrasah diharapkan bisa satu persepsi tentang penulisan ijazah.
"Ini sebagaimana SK Dirjend Pendidikan Islam Nomor 2323 tahun 2019," kata Sajarwan.
Dikatakannya, pentingnya penulisan Ijazah. Sebab Ijazah merupakan dokumen resmi negara seperti akta, sertifikat tanah dan lainnya. Bila terjadi kesalahan penulisan akan berakibat fatal. Sebagai contoh penulisan nomor induk siswa itu harus sesuai dengan data EMIS.
"Ke depan agar meningkatkan kafabelitas, kapasitas dan legalitas madrasah yang ada di Kabupaten Kapuas ini," imbuhnya.
Untuk tahun 2019 ini, lanjutnya, ijazah RA tidak lagi dikeluarkan satuan pendidikan, tapi langsung dari Dirjen Pendis. Selain itu, pada tahun ajaran ini seluruhnya telah menerapkan kurikulum 13 atau K13.
Ditambahkannya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan ijazah. Pertama ijazah adalah identitas seseorang. Di dalamnya terdapat informasi tentang nama, tempat tanggal lahir, orang tua dan lainnya.
Kedua; keabsahannya sebuah dokumen. Sebab, bila terjadi kesalahan penulisan, bisa diduga palsu dikemudian hari. Ketiga , akan merepotkan pemilik ijazah bila terjadi kesalahan walau satu huruf saja.
Pihaknya menegaskan untuk benar-benar teliti dalam penulisan ijazah serta memahami aturan pengisian blanko ijazah.
Di samping itu, Sajarwan juga mengingatkan kepada kepala madrasah serta penulis ijazah harus memahami juknis penulisan ijazah dengan benar, agar dapat meminimalisir kesalahan dalam penulisan sehingga penggunaan blangko menjadi lebih efisien.
"Upayakan lebih teliti lagi, dan hati-hati baik dalam penulisan nama, tempat tanggal lahir dan nilai siswa mengingat blangko yang dibagikan terbatas, sesuai jumlah siswa tidak ada blanko tambahan," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG