Sumber Daya Alam Sangat Dibutuhkan di Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Ketersediaan infrastruktur energi dari potensi migas maupun potensi energi yang bersumber dari sumber daya alam lain, sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ini seperti diungkapkan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran saat menyampaikan rencana pembangunan pipa ruas transmisi trans Kalimantan. Ini merupakan rencana strategis yang sangat penting.
"Alhamdulilah, saat ini rasio elektrifikasi di Kalimantan Tengah telah mencapai 86,06 persen atau 1.408 kelurahan/desa telah dialiri listrik dari jumlah 1.571 Kelurahan/Desa, dan tersisa 163 yang belum berlistrik," bebernya pada Focus Group Discussion (FGD) di Swiss Bell Hotel Danum Kota Palangka Raya, Rabu (31/7/2019)
Pria kelahiran Sampit ini juga menegaskan, saat ini kondisi kelistrikan di Kalteng telah terkoneksi dalam jaringan Kalimantan Selatan dan Tengah, di mana terdapat pembangkit listrik yang telah beroperasi.
Pembangkit itu, yakni PLTMG Bangkanai Kapasitas 155 Mega watt dan PLTU Buntoi di Kabupaten Pulang Pisau kapasitas 2x60 Mega watt. Sedangkan sisanya ditargetkan selesai tahun 2019, yaitu PLTU Gunung Mas dan yang lain masih dalam proses lelang meliputi PLTU Sampit,PLTMG Bangkanai 2, dan PLTU Pangkalan Bun.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini juga mengharapkan rencana pengembangan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan melalui pembangunan pipa ruas transmisi trans Kalimantan yang menghubungkan kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur.
"Melalui 4 Provinsi di Kalimantan ini dapat mencukupi kebutuhan energi untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah pada masa yang akan datang," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG