Simpan Sabu 2,5 Gram, Pria Asal Amuntai Ini Dibekuk Satresnarkoba Bartim

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG - Satresnarkoba Polres Barito Timur (Bartim) kembali berhasil membekuk seorang pengedar narkoba jenis sabu bernama Amrullah alias Kai (33) di Jalan Mangkarap, Desa Matabu RT 04, Kecamatan Dusun Timur, Kamis (24/7/2019).
Dari tangan pria asal Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan ini, tim yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Bartim berhasil menemukan barang bukti kristal putih diduga kuat narkoba jenis sabu sebanyak 8 paket dengan berat kotor 2,5 gram.
Kasat Resnarkoba, Iptu Ferry Endro mewakili Kapolres Bartim, AKBP Zulham Effendy mengungkapkan, penangkapan  ini berdasarkan pengembangan dari informasi masyarakat bahwa Amrullah ini sering terlibat peredaran gelap narkotika di Jalan Mangkarap.
"Berbekal informasi itu kami dengan sigap memantau dan melakukan penangkapan pelaku pada hari Kamis (24/7/2019) sekira pukul 13.00 WIB," ungkap Ferry Endro, Jumat (26/7/2019).
Diuraikannya, penangkapan terhadap Amrullah itu ketika Ia sedang berada di dalam sebuah barak dan disaksikan oleh masyarakat setempat, selanjutnya dilakukan penggeledahan badan dan tempat tinggalnya.
Dilanjutkannya, saat penggeledahan ditemukan 2 paket sabu yang disimpan di dalam kotak rokok Red Bold, 5 paket disimpan di dalam kotak permen Frozz dan 1 paket ia simpan di dalam botol Rexona.
Selain itu, tambahnya, pihaknya juga mengamankan barang bukti diluar narkoba, diantaranya uang tunai Rp1.282.000, satu buah timbangan, satu buah Handphone merek Samsung, dua puluh lima lembar plastik klip kecil bening, satu buah kotak rokok merek Red Bold, satu buah kotak permen Frozz, satu buah botol Rexona, satu lembar kertas timah rokok, satu buah sendok terbuat dari sedotan dan satu tas selempang merek Polo.
"Saat ini pelaku berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bartim guna proses lebih lanjut. Juga terhadap pelaku ini akan kita bidik dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," tegasnya.[rem/kenedy]
loading...
TAG