Siaga Darurat Karhutla, Poslap di Tiga Kecamatan Dimantapkan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dan Polri, para camat, kades, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pihak perusahaan menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Senin (15/7/2019).
Dalam rakor tersebut dibahas terkait pemantapan Pos Lapangan (Poslap) dan jumlah personel di sejumlah wilayah terdampak kebakaran seperti Kecamatan Jabiren Raya, Kahayan Hilir dan Pandih Batu.
Selaku Ketua pelaksana BPBD Pulpis, Salahudin, menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati nomor 219 Tahun 2019 tentang status siaga darurat karhutla Kabupaten Pulang Pisau yang ditetapkan selama 3 bulan.
"Mengingat area karhutla ini jarak tempuhnya cukup jauh hingga memakan waktu 3 sampai 5 jam, jadi salah satu langkah strategis kita dalam penanggulangan karhutla ini yakni dengan mengaktifkan Poslap di titik-titik hotspot. Dengan itu titik hotspot dapat cepat diketahui," ucap Salahudin kepada awak media, Senin (15/7/2019) usai rakor.
Diungkapkannya, saat ini Kabupaten Pulang Pisau dalam status siaga darurat yang ditetapkan selama 4 bulan, sejak 9 Juli hingga 9 Oktober 2019 mendatang.
"Jadi, kalau sudah masuk dalam status siaga, di lapangan begitu ada api langsung beraksi atau cepat tanggap untuk memadamkan. Saat ini titik terparah karhutla ada di kecamatan Jabiren Raya tepatnya di desa Tanjung Taruna," tuturnya.
Sementara itu selaku Insident Commander, Perwira Penghubung Pulpis Kodim 1011/Klk Mayor Inf Mulyadi dalam kesempatan itu juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahan. Terlebih, kondisi sekarang sudah memasuki musim kemarau, sehingga suhu semakin memanas, terhitung sejak awal tahun 2019 hingga sekarang,
"Kita sementara ini fokus ke Jabiren Raya, karena lokasi berdekatan dengan jalan Trans Kalimantan, sehingga dapat mengganggu jarak pandang para pengguna lalu lintas. Intinya kita akan berupaya semaksimal mungkin agar api segera bisa padam," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG