Sempat Jadi Pesakitan, Dua Jurnalis Ini Akhirnya Divonis Bebas

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Sidang vonis bebas dua wartawan online Kalimantan Tengah, Arliandie dan Yundhi akhirnya dibacakan Ketua Majelis Hakim Alfon saat sidang di PN Palangka Raya, Rabu (31/7/2019).
Keduanya sempat didera dakwaan terkait pemberitaan Perusahaan Besar Sawit (PBS) PT Agrindo Green Lestari  (AGL) yang beroperasi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Vonis pembebasan ini tidak terlepas dari aksi solidaritas para pemburu berita di Bumi Tambun Bungai yang menuntut keadilan atas terjeratnya dua jurnalis di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya.
Mendengar putusan tersebut, Gandi, Penasehat Hukum (PH) kedua wartawan menegaskan sangat mengapresiasi majelis hakim dan sangat mengapresiasi keputusan hakim yang begitu adil.
"Tugas jurnalis adalah sebagai kontrol sosial dan sebagai sendi-sendi kehidupan. Tugas mereka pun dilindungi undang-undang dan tidak bisa dipidanakan, ini juga sebagai contoh kepada penegak hukum harus lebih hati-hati," bebernya.
Terpisah, Ketua PWI Kalteng, Haris menerangkan, majelis hakim tidak mengabaikan UU Nomor 40, di mana tugas jurnalis tentu mengacu dengan kode etik di dalamnya. Dengan kejadian ini, para jurnalis bisa mengambil hikmah.
"Harus lebih berhati-hati dalam membuat berita dan harus sesuai kode etik," harapnya.
Sementara, Arliandie pun dari awal sudah berupaya memenuhi aturan kode etik agar tidak dijebloskan ke dalam ranah pidana.
"Wartawan jangan takut dan ragu dengan melakukan kebenaran," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG