RMU Andil Turunkan Suhu Panas Bumi

Print Friendly and PDF
SAMPIT - PT Rimba Makmur Utama (RMU) ikut andil dalam mengelola restorasi ekosistem untuk mencegah terjadinya pelepasan karbon dioksida setiap tahunnya sekitar 7,5 sampai 8 juta ton karbon dioksida.
"Hal itu setara dengan mengurangi polusi kendaraan bermotor sekitar 2 juta mobil per tahunnya," ungkap Syane Luntungan, manajer komunikasi RMU kepada kabarkalteng.com, Rabu (10/7/2019).
Syane mengatakan, RMU mendapat izin dari pemerintah untuk mengelola dan merestorasi lahan seluas kurang lebih 150.000 hektare yang berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Lahan seluas itu tidak akan di konversi atau diubah menjadi perkebunan sawit atau yang lainnya sesuai ijin konsesi perusahaan kita selama 60 tahun ke depan sejak tahun 2013 untuk mengelola dan menjaga lahan tersebut," bebernya.
Ia menambahkan, hal tersebut sangat berguna untuk kelangsungan semua mahluk hidup apalagi pada saat ini Indonesia ikut andil dan berkomitmen untuk turut menurunkan suhu panas bumi.
"Jadi secara tidak langsung PT RMU juga turut membantu pemerintah Indonesia untuk berkontribusi mengurangi suhu panas bumi," ujarnya.
Selain menjaga kelangsungan ekosistem, tambahnya, RMU juga menawarkan aktivitas pekerjaan alternatif lain yang bisa meningkatkan taraf kehidupan dengan memberikan bermacam ketrampilan kepada warga yang sering melakukan kegiatan di hutan dengan melakukan pembalakan liar dan pembukaan lahan dengan membakar.
"Kami mengirim 9 warga untuk belajar bertani secara organik di Jogjakarta dengan harapan setelah kembali ke daerahnya mereka bisa menerapkan ilmunya dan bisa menjadi contoh bagi petani yang lainnya," kata Syane.
Selain itu, perusahaan juga membantu membangun sekolah yang sudah tidak layak pakai seperti di Desa Terantang dan memberikan edukasi kepada generasi muda melalui dunia pendidikan bahwa menjaga lingkungan itu sangat penting seperti tidak membuang sampah ke sungai.
Di bidang kesehatan juga, RMU bekerjasama secara rutin dan berkala dengan komunitas Posyandu yang berada di desa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan makanan tambahan bergizi kepada para balita.
"Warga bisa memanfaatkan kegiatan ini secara gratis agar dapat menjaga kesehatannya dan dihimbau memasuki musim kemarau ini sama sama menjaga lingkungan supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," tutupnya.[tomi]
loading...
TAG