Polres Pulpis Serahkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pasar ke Kejari

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kasus tindak pidana korupsi pada pembangunan Pasar Handep Hapakat memasuki tahap lanjutan. Hari ini, Rabu (10/7/2019) Polres Pulang menyerahkan 3 dari 5 tersangka dalam kasus tersebut, juga sejumlah barang bukti ke Kejaksaan Negeri Pulang Pisau.
Itu disampaikan Kapolres Pulpis, AKBP Siswo Yuwono BPM saat Press Conference, Rabu (10/7/2019) di Mako Polres setempat.
Salah seorang tersangka selaku kontraktor pada pembangunan pasar tersebut berinisial FN juga hadirkan pada press conference yang digelar oleh jajaran Polres Pulang Pisau.
"Di hari HUT Bhayangkara ke-73 ini, alhamdulilah kita Polres Pulpis berkat kerjasama tim dan dukungan dari Kejari Pulpis berhasil menyelesaikan satu perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Handep Hapakat. Hari ini kami telah menyerahkan tersangka dan Barang Bukti (BB) ke Kejari Pulpis," ucap Siswo didampingi Kajari Pulpis, Triono Rahyudi.
Selain FN, Polres Pulang Pisau juga menyerahkan tersangka lainnya, yakni MA, yakni Direktur Utama PT Talawang Nampara Perkasa selaku perusahaan pemenang tender pembangunan pasar tersebut, dan (F) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
"FN berperan sebagai sub kontraktor/atau peminjam perusahaan untuk mengikuti lelang dan melaksanakan pekerjaan fisik pasar tersebut. Sedangkan MA berperan sebagai direktur perusahaan dan menerima fee dari saudara FN," kata Siswo.
Siswo menjelaskan, korupsi ini terjadi pada tahun 2016 lalu, di mana Kementerian Perdagangan memiliki kegiatan dengan nama Pengembangan Kapasitas Logistik Perdagangan dan Sarana Perdagangan berbentuk kegiatan Pembangunan Pasar Handep Hapakat.
Dalam kegiatan pasar itu, lanjut Siswo, dibangun tiga blok di mana salah satu blok berdasarkan audit dari ahli struktur dari ITB dan BPK RI, terjadi kerugian total sebesar Rp2,3 miliar dari total anggaran sebesar Rp5 miliar di salah satu atap yang tidak sesuai dengan spek.
"Hari ini kita telah menetapkan tiga tersangka. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Karena masih ada 2 orang lagi yang sedang diperiksa. Terkait barang bukti yang diserahkan ke pihak Kejari adalah sejumlah dokumen, laptop, mobil dan uang tunai sebesar Rp123 juta sekian," ungkapnya.
Sementara, pada kesempatan yang sama, dikatakan Kajari Pulpis, Triono Rahyudi, pihaknya menyambut baik dengan penyerahan berkas perkara tersebut ke pihak Kejari dengan ini segera memasuki proses tahap dua.
Pihaknya memastikan secepatnya akan melakukan proses lanjutan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
"Kami meminta dukungan dan kerjasama semua pihak agar proses lanjutan perkara ini segera dapat diselesaikan dengan baik," tutupnya.[manan]
loading...
TAG